Penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai Naik 10%

Editor: Mahadeva WS

255

BADUNG – Bandar Udara (Bandara) I Gusti Ngurah Rai, bali  mencatat adanya kenaikan pergerakan penumpang dan pesawat pada semester I 2018. Hingga Juni 2018, ada 11.142.386 penumpang datang dan pergi melalui bandara tersebut.

Jumlah tersebut, naik 10 % dibandingkan periode yang sama di 2017 lalu yang hanya mencapai 10.156.686 penumpang. Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat, kenaikan penumpang terjadi setiap tahun. Di semester satu 2018, ada 5.867.204 penumpang internasional dan 5.275.182 penumpang domestik.

General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi.-Foto : Sultan Anshori

“Selain pergerakan penumpang hingga Juni 2018, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai juga mencatat ada 78.054 pergerakan pesawat. Terjadi kenaikan jumlah pergerakan pesawat sebanyak 12% dibanding 2017 yang hanya mencapai 69.927 pergerakan pesawat,” ungkap General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi, Rabu (4/7/2018).

Yogi menyebut, rata-rata pergerakan penumpang setiap bulan hingga semester I 2018 mencapai 1.857.064 penumpang. Sementara untuk rata-rata pergerakan pesawat setiap bulan mencapai 431 pesawat. Kenaikan tersebut, salah satunya dipengaruhi oleh target Kementerian Pariwisata RI untuk mendatangkan wisatawan asing.

Kemenpar memiliki target 17 Juta Wisman datang ke Indonesia. “Hal tersebut direspon positif oleh airlines dengan membuka rute baru, menambah frekuensi penerbangan atau mengganti jenis pesawat dengan kapasitas yang lebih besar,” imbuhnya.

Beberapa airlines disebutnya, sedang berlomba-lomba menyusun strategi untuk memanfaatkan sejumlah permintaan untuk meningkatkan frekuensi penerbangan ke Bali. Penambahan kapasitas penumpang dengan mempergunakan pesawat yang lebih besar menjadi salah satu cara yang dilakukan.

Saat ini, Manajemen Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai mengejar penyelesaian pengembangan yang dilakukan. Pembangunan dilakukan untuk menyambut Annual Meeting IMF-World Bank 2018 sekaligus juga dalam rangka menambah kapasitas parkir pesawat.

“Penambahan lahan parkir pesawat tidak hanya karena menyambut Annual Meeting IMF-World Bank 2018, namun kedepannya juga bisa dijadikan acuan bagi airlines yang ingin menambah atau mengganti jenis pesawatnya untuk mendatangkan lebih banyak lagi penumpang atau wisman ke Indonesia,” tutup Yanus.

Baca Juga
Lihat juga...