Penyelenggaraan TdS 2018 Dihadapkan Persoalan Minimnya Anggaran

Editor: Mahadeva WS

147
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Oni Yulfian/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat memastikan, akan terjadi sejumlah perubahan pada penyelenggaraan Tour de Singkarak (TdS) 2018. Jika dibandingkan pada penyelenggaraan sebelumnya, perubahan terjadi mulai dari kepesertaan daerah yang berkurang, rute etape yang berkurang, hadiah, dan juga ekspose potensi pariwisata juga akan mengalami pengurangan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Oni Yulfian mengatakan, dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat, hanya 16 kabupaten dan kota yang menyatakan ikut andil dalam kegiatan tahunan tersebut. Kabupaten yang tidak ikut adalah Kabupaten Pasaman Barat dan Padang Pariaman. Sementara Kabupaten Kepulauan Mentawai memang tidak pernah ikut dalam setiap penyelenggaraan TdS.

Menurutnya, butuh kerja keras untuk menyelenggarakan TdS di tahun ini. Pemprov telah menetapkan waktu penyelenggaraan TdS dengan mengusulkan ke PB ISSI untuk digelar 3-11 November mendatang. “Biasanya kalau PB ISSI yang mendaftarkan ke kalender UCI (Uni Sepeda Internasional) tidak ada perubahan dari UCI. Jadi TdS 2018 digelar November mendatang,” katanya, Jumat (20/7/2018).

Penyebab tidak ikutnya kedua daerah itu, selain karena persoalan adanya kegiatan prioritas, juga persoalan minimnya anggaran yang dimiliki. Kedua hal tersebut menjadi pertimbangan yang membuat Pasaman Barat dan Padang Pariaman merasa tidak sanggup menjadi daerah kepersertaan TdS 2018.

Di TdS 2018, anggaran yang digunakan sebagian besar dari anggaran pemda setempat. Sementara anggaran dari kementerian bisa dikatakan hanya sedikit. Sementara, pada penyelenggaraan sebelumnya, TdS didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pariwisata. “Biasanya anggaran untuk TdS ini ada alokasi khususnya sehingga nilai lebih besar. Tapi untuk tahun ini ada kebijakan dari pemerintah pusat. Bantuan alokasi untuk 100 event di Indonesia, artinya anggaran yang ada di kementerian harus dibagi dengan 100 even itu,” jelasnya.

Oni menyebut, dari 100 agenda tersebut, ada tiga agenda ada di Sumatera Barat yang termasuk dalam 100 even nasional. Agendanya adalah, Simfest di Sawahlunto, Pesona Budaya Pagaruyung Tanah Datar, dan TdS 2018. Namun ada hitung-hitungan alokasi yang diberikan, 60 persen anggaran untuk promosi dan 40 persen untuk pelaksanaan event.

Kondisi demikian, membuat Pemprov Sumatera Barat harus bekerjakeras untuk mencari dana, agar TdS 2018 bisa terselenggara dengan baik dan meriah. Hal itu dibutuhkan agar tidak ada kesan, karena tidak lagi dibantu secara pendanaan yang penuh dari kementerian, penyelenggaraan TdS menjadi merosot.

“Kita coba cari dukungan sponsor. Makanya sampai sekarang kita belum bisa menyampaikan berapa hadiah untuk TdS 2018, dan rutenya seperti apa. Kalau ada dukungan dana dari sponsor, bisa jadi hadiahnya lebih besar dari TdS sebelumnya. Untuk daerah yang ikut andil dalam TdS ini adalah daerah yang memiliki dana,” tegasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.