Pergunu Bali Jalin Kerja Sama dengan UPBJJ-UT Denpasar

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

338

DENPASAR — Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Bali menjalin kerja sama dengan Kantor Unit program Belajar Jarak jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Denpasar.

Hal tersebut merupakan perpanjang tangan dari kerja sama kampus UT dengan PP Pergunu dimana Pergunu memiliki karakteristik sebagai lembaga pengelola pendidikan berbasis pesantren.

“Sehingga memiliki lokus yang berbeda antara kerjasama UT dengan dinas pendidikan di setiap daerah yang ada,” ucap Lewa kepada Cendana News di kantor Unit program Belajar Jarak jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Denpasar Kamis (5/7/2018) sore.

Lewa menambahkan, kerjasama UT dengan Pergunu ini memungkinkan para guru binaan Nahdlatul ulama untuk dapat menyesuaikan kualifikasi pendidikan dan kompetensinya dengan kemudahan akses melalui pelayanan yang lebih dekat, murah dan mudah setelah difasilitasi oleh seluruh cabang yang ada di pelosok Indonesia.

Sementara itu, Jumari selaku ketua PW Pergunu Bali dan penanggungjawab program kerjasama UT-Pergunu se-Bali menjelaskan, salah satu bagian daripada bentuk kerja sama ini berupa pembentukan kelompok belajar (Pokjar) pada masing-masing Kabupaten di Bali.

Pokjar tersebut nantinya akan di bagi menjadi tiga, yaitu penyelenggara Program Strata 1 (Sarjana/S1) Pendidikan Dasar, yaitu Pokjar Buleleng, Pokjar Jembrana dan Pokjar Wilayah Timur (Karang Asem, Klungkung, Gianyar dan Bangli) sementara Wilayah Denpasar, Badung dan Tabanan Fokus Pokjar Program Strata 2 (Magister/S2).

Untuk tahap awal ini 3 Pokjar S1 diharapkan sudah mulai melakukan sosialisasi tidak hanya menjaring S1 Pendidikan, tetapi juga bisa mengakomodir non S1.

Sementara itu, Kepala UPBJJ UT Denpasar Benedicta Esti Pramuki Sri Karyati menyambut baik atas kerja sama ini.

“Kami pada prinsipnya selalu siap mendampingi dan mensupport Pergunu demi tercapainya layanan pendidikan yang mulia ini,” ucapnya.

Dalam ulasan dan paparan, Pramuki kepada rombongan Pergunu menyarankan agar komitmen kerja sama ini harus saling mendukung dan saling menguatkan. Pihak Pokjar bisa menghadirkan pihak UPBJJ UT langsung jika diperlukan.

“Syarat pendirian pokjar harus mengajak minimal 50 orang mahasiswa dari semua jurusan atau prodi dan setiap kelas yang dikelola minimal 20 orang per angkatan,” ucap Jumari.

Diketahui juga bahwa beberapa bulan lalu pihak UPBJJ UT Denpasar meminta daftar nama-nama calon pengajar dari Pihak PW Pergunu se Bali khususnya pengelola Pokjar. Diperkirakan Tutor yang terkumpul hampir 20 orang untuk dipersiapkan kelak sebagai tenaga pengajar/tutor sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi mereka.

 

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.