Perlu Komitmen Kuat Menjaga Rinjani Sebagai Global Geopark

Editor: Mahadeva WS

155
Ketua Ikatan Ahli Geologi (IAIG) Indonesia, Sukmandaru Prihatmoko/foto : Turmuzi

LOMBOK BARAT – Ketua Ikatan Ahli Geologi (IAIG) Indonesia  Sukmandaru Prihatmoko mengatakan, penetapan Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai Global Geopark akan memberi dampak besar.

Rinjani akan dikenal dunia, dimana wisatawan akan semakin banyak datang mendaki  “Dengan status Global Geopark dari UNESCO, Rinjani akan lebih dikenal tingkat dunia, wisatawan akan banyak datang dan secara ekonomi akan memberikan kontribusi,” kata Sukmandaru usai Seminar nasional Geowisata IAGI dan penyerahan Sertifikat Rinjani-Lombok UNESCO Global Geopark kepada bupati dan walikota se-Pulau Lombok, Rabu (18/7/2018).

Meski demikian, penetapan Rinjani sebagai Global Geopark, menjadikan tugas Pemda NTB sebagai pengelola, untuk terus memastikan kelestarian kawasan Rinjani. Dan harus bisa tetap menjaga kebersihannya. Selain menjaga dan memastikan kelestarian lingkungan, juga diperlukan dimensi edukasi kepada masyarakat. Membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Hal itu harus dilakukan jika ingin, tetap mempertahankan Rinjani sebagai Global Geopark. “Tantangannya banyak, tidak saja di Rinjani, paling utama bagaiamana membangun kesadaran masyarakat di sekitar kawasan Geopark. Semakin banyak masyarakat sekitar kawasan, bisa menjadi tantangan dan memberikan dampak positif dan negatif,” katanya.

Semakin banyak masyarakat yang berada di sekitar kawasan membantu, akan semakin banyak yang berharap terhadap keberadaan Rinjani. “Tapi kalau harapan terlalu tinggi, bisa berdampak tidak sesuai harapan, yang tadinya menciptakan destinasi indah ramah lingkungan bisa malah kebablasan,” tandasnya.

Sukmandaru mencontohkan saat dirinya sempat ke air terjun Benang Kelambu, di lokasi tersebut sampahnya banyak. Hal itu dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat yang berkunjung. Kondisi seperti itu menjadi tugas bersama, bukan hanya pemerintah tapi juga masyarakat bisa menjaga warisan geologi.

Ketua IAGI Nusra, Agung Naru Putro mengatakan, saat awal dirinya mendaki ke Rinjani, penanganan masalah sampah Rinjani bagus. Namun, saat ini kondisinya terbengkalai. “Kita tentu tidak berharap Rinjani tidak seperti untuk seterusnya. Karena itulah semua harus mengambil peran di situ, selain Pemda NTB dan Pengelola Rinjani, masyarakat, wisatawan termasuk pelaku pariwisata juga harus terlibat aktif menjaga Rinjani baik dari aksi pembalakan maupun masalah kebersihannya,” pungkasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.