Perlu Lebih Proaktif Kembangkan Kawasan Rinjani

Editor: Satmoko Budi Santoso

227
Sekda NTB, Rosiady Sayuti/Foto : Turmuzi

MATARAM – Pascapemberian sertifikat Global Geopark Gunung Rinjani oleh UNESCO kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat termasuk kepada pemda kabupaten dan kota, bupati dan walikota terutama di Pulau Lombok diminta proaktif berperan dan mengambil bagian mengembangkan kawasan Rinjani.

Sekretaris Daerah NTB, Rosiady Sayuti mengatakan, partisipasi dan peran serta bupati maupun walikota yang wilayahnya masuk kawasan Rinjani sangat penting dengan melakukan koordinasi menjaga kawasan Rinjani dari ancaman kerusakan.

“Pascapenetapan Rinjani sebagai Global Geopark, tanggung jawab kita semakin besar, bagaimana memastikan keberadaan Rinjani dari berbagai aspek bisa tetap terjaga, terutama masalah kelestarian lingkungan,” kata Rosiady, Jumat (20/7/2018).

Karena itulah koordinasi dengan semua kabupaten/kota sangat penting dilakukan, karena secara kewilayahan, kabupaten/kotalah yang memiliki wewenang.

Proses pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan juga menjadi bagian tidak terpisahkan, karena kalau langkah tersebut tidak dilakukan akan bisa mengancam kelestarian kawasan. Masyarakat perlu dibina dan diberi pemahaman.

“Harus ada intervensi pemerintah, melakukan edukasi kepada masyarakat, apa itu Geopark dan itu jelas menjadi tanggung jawab bersama. Supaya keberadaan Geopark bisa dipahami masyarakat dan memberikan kemanfaatan secara ekonomi. Artinya tidak hanya wisatawan yang memahami,” katanya.

Karena itu, pemerintah kabupaten kota diharapkan menyiapkan anggaran setiap tahun, kenapa perlu anggaran untuk pemberdayaan masyarakat, harus ada intervensi pemerintah, baik untuk melakukan edukasi maupun pemberdayaan secara ekonomi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal mengatakan, dengan status Global Geopark Rinjani yang sekarang ini sudah dikenal banyak wisatawan akan semakin mendunia, dipromosikan UNESCO.

Ketika telah dipromosikan besar-besaran akan semakin membuat banyak wisatawan ke Rinjani. Terkait hal tersebut bisa banyak belajar dan mengambil contoh dari China cara menggaet banyak wisatawan melalui pengembangan wisata.

“Karena itulah, Sembalun dipersiapkan, Senaru juga. Terkait masalah sampah adalah bagian dari proses membangun kesadaran dan budaya, baik masyarakat dan wisatawan sehingga tidak membuang sampah secara sembarangan,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...