Perpuseru Titian Ilmu Candipuro Torehkan Prestasi Nasional

Editor: Mahadeva WS

407

LAMPUNG – Perpustakaan Seru (Perpuseru) Titian Ilmu Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro kembali menorehkan prestasi. Perpuseru Titian Ilmu meraih predikat kategori perpustakaan terbaik pada kegiatan Peer Learning Meeting (PLM) Perpuseru Award  2018 pada 5-6 Juli di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta.

M. Rosid Ridho, penanggungjawab Perpuseru Titian Ilmu menyebut, lembaganya masuk 10 perpustakaan terbaik. Penilaian dilakukan untuk 764 perpustakaan kabupaten dan kota serta desa. Pada kegiatan penganugerahan Perpuseru Award 2018, Perpuseru Titian Ilmu bersanding dengan peraih terbaik nasional diantaranya Perpustakaan Dasun kabupaten Rembang dan sejumlah kabupaten lain.

Sumari (kanan) Kepala Desa Titiwangi kecamatan Candipuro dan Rosid Ridho (kiri) Penanggungjawan Perpuseru Titian Ilmu menerima memperlihatkan prestasi berupa uang pembinaan [Foto: Ist/Henk Widi]
Penghargaan atas prestasi tersebut diganjar dengan piagam penghargaan, piala dan uang pembinaan Rp6juta. “Ini merupakan perjuangan panjang. Masuk sebagai perpustakaan terbaik, perkembangan Perpuseru Titian Ilmu merupakan perpustakaan berbasis informasi tekhnologi dengan penerapan aplikasi kunang-kunang,” jelasnya, Jumat (6/7/2018).

Penerapan aplikasi tersebut memungkinkan pengelola perpustakaan dapat mengetahui jumlah pengunjung, jumlah pengguna internet, dan buku yang dipinjam. Sementara, penilaian perpustakaan terbaik meliputi laporan dokumentasi online yang dilakukan kepada pihak terkait.

Melalui aplikasi kunang-kunang yang dijalankan secara otomatis, pengelola dapat memantau kegiatan perpustakaan melalui aplikasi telepon seluler. Telepon seluler terkoneksi dengan server yang ada di perpustakaan, membuat data yang dihasilkan oleh aplikasi menjadi akurat.

Selaku pengelola, Rosid Ridho yang akrab dipanggil Ochid tersebut menyebut, prestasi membanggakan tersebut akan menjadi pelecut bagi perpuseru untuk mendukung kegiatan perpustakaan.

Kepala Desa Titiwangi keamatan Candipuro, Sumari menyebut, prestasi Perpuseru Titian Ilmu menjadi bukti perpustakaan memiliki manfaat bagi masyarakat. Keberadaan Perpuseru yang sudah berjalan selama dua tahun, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Untuk kalangan generasi usia muda, setelah ada pelatihan kini banyak yang mahir mengetik sepuluh jari dan kegiatan belajar. Keberadaan Perpuseru juga berdampak positif pada pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) khususnya pembuatan kerajinan manik-manik. “Usaha kerajinan yang ikut menyumbang program sanitasi diantaranya adanya Badan Usaha Milik Desa dalam pembuatan closet untuk suksesnya sanitasi total berbasis masyarakat di Desa Titiwangi,” terang Sumari.

Sumari menyebut, penghargaan yang diberikan diharapkan bisa memotivasi pemerintah desa untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Keberadaan perpuseru disebut Sumari ikut memberi dampak positif dalam mengentaskan masyarakat dari kegiatan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) melalui pembuatan jamban sehat.

Pada kegiatan PLM Perpuseru Award 2018 di Yogyakarta, selain perwakilan dari Perpuseru kegiatan tersebut juga diikuti oleh perwakilan dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Lampung Selatan dan Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung.

Baca Juga
Lihat juga...