Persiwa Bidik Target Ambisius Saat Lawan PSIM Yogya

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

262

YOGYAKARTA — Persiwa Wamena membidik target ambisius saat menantang PSIM Yogyakarta pada lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Sabtu (14/7/2018). Persiwa menjadikan laga PSIM untuk comeback ke jalur kemenangan.

“Kami ingin comeback di sini (Yogya). Di sini lapangan bagus, atmosfernya juga bagus. Mudah-mudahan anak-anak termotivasi untuk bermain bagus,” ucap Pelatih Kepala Persiwa Wamena, Suimin Diharja, Jumat (13/7/2018).

Pelatih gaek ini mengakui ambisi timnya untuk meraih kemenangan bukan perkara mudah. Selain menjadi tim yang nomaden, Persiwa juga dalam kondisi sakit. Tak hanya itu, Persiwa baru tiba di Yogyakarta Jumat dini hari.

“Kami ini tim terlunta, kami baru sampai Yogya jam satu malam. Kami tidak bisa menang di kandang. Hingga sekarang kami masih di dasar klasemen grup timur,” ucap Suimin.

Menurut Suimin, kondisi tim asuhannya memang cukup sulit. Sejak awal, Persiwa belum pernah bermain di tanah asalnya, Wamena. Di laga home pertama, Persiwa bermain di Mako Brimob. Kemudian laga home berikutnya digelar di Stadion Mashud Wisnusaputra, Kuningan, Jawa Barat.

Padahal, kondisi lapangan di Kuningan kurang bersahabat. “Lapangannya keras, cuacanya juga sangat dingin. Dukungan publik lokal terhadap tim juga tidak ada. Tapi kami tidak ingin berlama-lama di dasar klasemen,” terangnya.

Persiwa dan PSIM Yogyakarta sejatinya memiliki nasib yang sama. Kedua tim sama-sama mengawali kompetisi Liga 2 dengan status minus enam poin akibat sanksi dari federasi. Namun berbeda dengan Laskar Mataram, Persiwa justru gagal tampil menjanjikan.

Hingga pekan ketujuh, Persiwa masih betah bertahan di dasar klasemen dengan koleksi dua poin. Persiwa baru meraih dua kali kemenangan, dua hasil seri dan dua kali kalah. Sedangkan PSIM yang mengawali kompetisi dengan minus sembilan, bernasib lebih baik.

Dari tujuh laga yang telah dilakoni, PSIM meraih empat kemenangan, dua hasil seri dan satu kali kalah. Dengan hasil itu, PSIM keluar zona merah dan berada di urutan sembilan klasemen dengan lima poin.

Suimin menegaskan, saat ini bukan saat yang tepat untuk meratapi nasib. Ia optimis anak asuhnya bisa meraih hasil positif, terlebih ia kenal baik karakter pelatih PSIM, Bona Simanjuntak. “Saya kenal baik dan tahu luar dalam,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...