Petani Lamsel Olah Limbah Pertanian Jadi Pupuk Organik

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

172

LAMPUNG — Sebagai langkah meminimalisir pencemaran akibat pembakaran jerami, petani di desa Tanjungheran kecamatan Penengahan Lampung Selatan mulai mengalihkan limbah pertanian tersebut menjadi pupuk organik.

Sumirin (30) salah satu petani menyebutkan, masyarakat setempat sudah mulai menghilangkan cara tebas bakar. Pola tersebut sudah dihentikan sejak empat tahun terakhir dan efektif mengurangi dampak polusi udara akibat asap.

Namun, bagi sebagian masyarakat, masih ada yang menerapkan cara tersebut meski sudah dibuatkan aturan atau larangan.

“Aturan pelarangan pembakaran jerami sebetulnya sudah diberlakukan dan disosialisasikan sejak lima tahun silam tetapi banyak warga yang belum menerapkan,” terang Sumirin saat ditemui Cendana News, Rabu (11/7/2018).

limbah pertanian
Umar Said salah satu petani padi organik di desa Tanjungheran kecamatan Penengahan [Foto: Henk Widi]
Disebutkan, jerami yang dibakar dalam beberapa tumpukan menyebabkan polusi asap yang dapat mengganggu masyarakat di sekitar lokasi. Bahkan kerap tidak habis dalam sehari. Beberapa di antaranya masih mengepulkan asap hingga seharian penuh.

“Asap bahkan membuat pakaian milik warga yang dijemur berbau dan mengganggu pernapasan sekaligus jarak pandang pengendara,” sebutnya.

Padahal, dengan pengolahan limbah jerami menjadi pupuk organik dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Bahkan pencampuran kotoran ternak, pupuk kompos, jerami yang dibusukkan, suplemen organik cair alami juga dapat mengurangi penggunaan bahan kimia.

“Selain meminimalisir pencemaran lingkungan secara langsung, kandungan beras padi organik juga dikurangi dalam penggunaan bahan kimia,” papar Sumirin.

Umar Said (45) petani di desa yang sama penanam padi organik juga sudah mengurangi pembakaran jerami. Yang sebelumnya hanya dibakar, saat ini sebagian justru dimanfaatkan untuk pembuatan jamur merang di kumbung khusus bersamaan dengan budidaya jamur tiram.

“Sebagian jerami sengaja ditumpuk di lokasi khusus untuk dijadikan sebagai pupuk organik dengan campuran pupuk kotoran ternak sapi,” terangnya.

Pengurangan pembakaran jerami sangat bermanfaat. Selain berkurangnya polusi akibat, pemanfaatan sebagai pupuk juga mulai digunakan sebagai alas untuk budidaya melon dan semangka agar tidak busuk.

“Integrasi pertanian padi dan buah melon dan semangka membuat jerami bisa dimanfaatkan maksimal, kuncinya tidak boleh dibakar,” tegas Umar Said.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.