Petani Tembakau di Lombok Mulai Panen

Editor: Mahadeva WS

378

LOMBOK – Sebagian petani tembakau di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memasuki musim panen. Petani tembakau yang lebih dulu menanam, akan mendapatkan kesempatan panen lebih awal.

Ardiansyah, petani tembakau Kabupaten Lombok Tengah menyebut, Dirinya panen tembakau lebih awal. Dia menanam tembakau sebelum bulan puasa lalu. “Kalau saya nanamnya memang lebih awal, satu bulan sebelum puasa, dimana petani lain belum banyak yang menanam, makanya panennya lebih awal,” kata Ardiansyah, Senin (23/7/2018).

Menurutnya, berkurangnya luasan lahan areal tanam tembakau yang terjadi saat ini, membuat harga tembakau menjadi lebih mahal. Harga tembakau basah satu kuintal saat ini berkisar antara Rp210.000 hingga Rp230.000 perkuintal. Harga tersebut jauh lebih mahal dibandingkan harga di tahun sebelumnya berkisar di Rp150.000 hingga Rp180.000 ribu perkuintal.

Petani lainnya, Zainudin juga meyakini harga jual tembakau basah dipastikan akan mahal. Bahkan tembakau akan banyak diburu para petani pengomprong maupun pengepul untuk dijual kepada petani pengomprong di kabupaten lain.

Sementara petani lainnya Tanahar mengatakan, tidak serempaknya petani menanam tembakau, dikarenakan adanya masalah ketersediaan air untuk penyiraman yang tidak mencukupi. “Sungai, embung termasuk bendungan besar sejak musim kemarau 2018, airnya mengecil bahkan sampai mengering akibat cuaca panas,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...