Pilgub Kaltim, Rusmadi dan Safaruddin Menang di Balikpapan

Editor: Mahadeva WS

265

BALIKPAPAN – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rusmadi-Safaruddin memperoleh suara terbanyak pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim di Balikpapan.

Pasangan Rusmadi-Sadaruddin memperoleh 83.491 suara. Di posisi kedua ada pasangan Sofyan Hasdam-Rizal Effendi yang mendapat 82.488 suara. Disusul pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi diposisi ketiga dengan 68.647 suara dan pasangan Syaharie Jaang-Awang Ferdian menjadi paling bontot dengan perolehan 22.115 suara.

Ketua KPUD Balikpapan Noor Thoha – Foto Ferry Cahyanti

Jumlah suara tersebut merupakan hasil dari pleno pengitungan perolehan suara yang dilakukan KPU Balikpapan, Rabu (4/7/2018), setelah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Balikpapan selesai melakukan rekapitukasi perolehan suara. “Dengan melihat melihat hasil rekapitulasi, maka partisipasi pemilih mencapai 64,5 persen atau meningkat bila dibandingkan pada Pilgub Kaltim 2013 lalu yang cuma 56 persen,” papar Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha usai Rapat Pleno Hasil Penghitungan Suara Pilgub Kaltim, Rabu (4/7/2018).

Adapun surat suara yang dinyatakan sah pada Pilgub Kaltim di Balikpapan ada 256.741 lembar. Sedangkan surat suara tidak sah ada 11.750 lembar. Daftat Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Kaltim di Balikpapan ada 415.017 orang.

Noor Thoha menyebut, rapat pleno dilakukan dengan mendengarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh setiap PPK. Yang dibacakan mulai dari jumlah pemilih di DPT, jumlah pemilih sesuai jenis kelamin, pemilih disabilitas hingga jumlah perolehan suara keempat pasangan calon.

“Proses rapat pleno sempat diwarnai permintaan saksi yang ingin menyampaikan catatan-catatan dalam pelaksanaan Pilgub Kaltim. Tetapi itu harus dilengkapi dengan bukti-bukti yang kuat dan disetujui peserta pleno lainnya,” jelas Noor Thoha.

Kendati demikian apabila saksi paslon keberatan, maka KPU mempersilakan tim saksi untuk mengisi Formulir DB2 sebagai catatan kejadian khusus. “Ya, karena kita tidak bisa memaksakan mereka untuk mengikuti apa yang kita mau. Yang penting harus sesuai aturannya,” tukasnya.

Untuk diketahui, KPU Balikpapan memiliki aplikasi Situng atau Aplikasi Perhitungan Suara. Dengan aplikasi tersebut, ketika terjadi kesalahan input angka, maka aplikasi tersebut memunculkan warna merah. Kalau itu terjadi maka pleno tingkat kota tidak akan dilanjutkan sebelum warna pada sistem berubah menjadi hitam. “Berdasarkan itu kami berani melaksanakan pleno pada hari ini (4/7) karena rekapitulasi hasil suara sudah selesai di tingkat PPK,” pungkas Noor Thoha.

Baca Juga
Lihat juga...