PLN-PLTG Sambera Manfaatkan LNG, Penuhi Listrik Daerah Terpencil

Editor: Koko Triarko

1.122
KUTAI KARTANEGARA – Guna memenuhi kebutuhan pasokan listrik nusantara dengan pembangkit yang ramah lingkungan, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Sambera berkapasitas 2 x 20 Mega Watt (MW) menggunakan regasifikasi Liquid Natural Gas (LNG), dengan moda transportasi trucking yang baru pertama kalinya dilakukan di Indonesia.
Sistem suplai LNG menjadi salah satu terobosan dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik daerah terpencil yang tidak terjangkau dengan pipa. Seperti diketahui, PLTG di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, telah beroperasi sejak 2009, dan selama itu, menggunakan minyak sebagai bahan bakar.
Namun, kini dengan masuknya LNG, PLN dapat menghemat biaya energi primer sebesar Rp70 miliar per tahun. Penggunaan LNG juga menurunkan biaya pokok produksi (BPP) pembangkit sebesar 38 persen.
Penyaluran LNG yang baru pertama dilakukan ini, disaksikan langsung oleh Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andy Noorsaman Sommeng, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Komite BPH Migas, Jugi Prajogio, Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN, Machnizon, serta SVP Engineering Operation and Technology Development PT Pertamina, Tanudji, Senin (30/7/2018), di PLTG Sambera, Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Beroperasinya fasilitas ini, semakin memperkuat pemenuhan kebutuhan listrik bagi masyarakat Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan, Samarinda dan Tenggarong, yang menjangkau 20.000 kepala keluarga,” ujar Direktur Bisnis PLN Regional Kalimantan PT PLN (Persero), Machnizon, saat Penyaluran Perdana di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Menurutnya, kerja sama ini juga bagian dari sinergi BUMN antara PLN dengan PT Pertamina, melalui anak usahanya, yakni PT Pertagas Niaga (PTGN), yang sumbernya berasal dari kilang LNG milik PT Badak.
“Sinergi antarBUMN dalam penyediaan LNG, yaitu pembangunan instalasi LNG yang dilaksanakan oleh PTGN,” jelas Machnizon.
Kontrak pembelian LNG memiliki jangka waktu lima tahun dengan skema Build, Operate, Transfer (BOT), dalam penyimpanan dan regasifikasi LNG. Selain itu, PTGN juga akan menyediakan fasilitas pengisian skala kecil, sehingga dapat dikirimkan dengan moda transportasi trucking ke PLTG Sambera.
Fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG ini dibangun dan dioperasikan PTGN dengan bentuk kerja sama operasi dengan PT Dharma Pratama Sejati.
Dengan LNG, performa pembangkit PLN akan semakin meningkat dan keandalan mesin terjamin. Penggunaan LNG juga lebih ramah lingkungan, karena akan mengurangi emisi gas buang, produksi limbah B3 dan pemakaian air tanah.
Lebih lanjut, Machnizon menyebutkan, pelaksanaan ‘First Gas in LNG Sambera’ adalah salah satu wujud Program PLN Regional Kalimantan, yaitu Kalimantan Bebas BBM.
“Program ini juga untuk menekan penggunaan Bahan Bakar Minyak, sebagai bentuk semangat PLN untuk terus meningkatkan efisiensi, terutama dalam menekan biaya pokok penyediaan tenaga listrik tanpa mengurangi komitmen PLN dalam melayani dan memenuhi kebutuhan listrik kepada pelanggan,” imbuhnya.
Untuk diketahui,  kondisi kelistrikan di Kalsel, Kalteng dan Kaltim, mengalami surplus pasokan sebesar 487,4 MW, dengan daya mampu mencapai 1.537 MW dengan beban puncak di Sistem Kaltim sebesar 451,2 MW, dan Sistem Kalselteng sebesar 598,4 MW. Ada pun rasio elektrifikasi Kaltim mencapai 94,55 persen, dan ditargetkan 100 persen pada 2021.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.