banner lebaran

PLTU Celukan Bawang Ancam Lingkungan dan Pariwisata Bali

Editor: Koko Triarko

204
Hindun Mulaika, Juru Kampanye Iklim dan Energi untuk Greenpeace Indonesia saat menunjukkan Alat pengukur kualitas udara. -Foto: Sultan Anshori. 
DENPASAR – Emisi dari pembangkit batu bara hasil pembakaran  PLTU Celukan Bawang, tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi, namun juga membahayakan bagi lingkungan. Terlebih bagi kawasan Nasional Bali Barat, yang merupakan rumah bagi satwa langka dan dilindungi, seperti Macan Tutul Jawa, Trenggiling dan Jalak Bali.
Menurut Juru Kampanye Iklim dan Energi untuk Greenpeace Indonesia, hal tersebut juga bisa mengganggu dunia pariwisata Bali, khususnya objek wisata yang berada di sekitarnya. Dan, secara luas, dampaknya akan berpengaruh terhadap dunia perekonomian masyarakat, karena pariwisata sangat penting bagi aktivitas perekonomian lokal Bali.
Udara yang tercemar dari pembangkit batu bara akan mengusir para wisatawan, membuat ribuan pekerjaan berisiko dan mengancam rencana pemerintah untuk memperluas pariwisata di Indonesia.
“Pemerintah ingin menarik lebih banyak wisatawan asing ke Bali, tetapi siapa yang akan mengunjungi sebuah pulau yang udaranya tercemar oleh emisi dari batu bara?  Lingkungan dan ekonomi Bali dikorbankan untuk kepentingan perusahaan listrik, ketika listrik dari pembangkit ini bahkan tidak diperlukan,” kata Hindun Mulaika, saat acara diskusi bersama awak media di Denpasar Jumat, (13/7/2018).
Sementara itu, saksi ahli dari masyarakat penggugat, yang juga seorang pakar Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), menjelaskan bahwa perhitungan dampak juga perlu dilakukan dalam prakiraan waktu jangka panjang. Akumulasi polutan berbahaya tidak akan langsung terasa pada tahun- tahun pertama beroperasinya PLTU tersebut, tetapi kalau dihitung sampai 5-10 tahun ke depan, ancamannya bisa sangat berbeda.
“Dan, tentu butuh waktu lama untuk pemulihannya. Apalagi, pembangunan tahap kedua PLTU Celukan Bawang itu,” ucapnya.
Seperti yang diketahui, Bali adalah tujuan wisata paling populer di Indonesia, menarik jutaan pengunjung per tahun, sebagian besar dari negara-negara di kawasan seperti Cina, Singapura, Malaysia dan Australia.
PLTU Celukan Bawang hanya berjarak 20 kilometer dari Pantai Lovina, kawasan wisata populer yang terkenal dengan pantai pasir hitam, terumbu karang, dan lumba-lumba.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.