POLDA  Lampung Gagalkan Upaya Penyelundupan 58 Kg Sabu-sabu

Editor: Koko Triarko

527
LAMPUNG – Kepolisian Daerah Lampung, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 58 kilogram sabu-sabu di Area Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Kapolda Lampung, Inspektur Jenderal Suntana, menyebut, pengamanan barang bukti sabu-sabu dan enam tersangka dilakukan petugas Satnarkoba Polres Lamsel, saat razia rutin di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Rabu (11/7).
Menurutnya, kronologi pengamanan 58 kilogram sabu-sabu itu dilakukan pada Rabu (11/7). Saat petugas melakukan razia rutin di pintu masuk pelabuhan Bakauheni itu, sebuah kendaraan warna abu-abu metalik bernomor polisi BM 1034 QC dihentikan petugas Satnarkoba Polres Lamsel. Saat akan dilakukan pemeriksaan, pengemudi sempat memberikan uang kepada anggota polisi, namun ditolak.
Saat dilakukan pemeriksaan, sopir dan salah satu penumpang kendaraan tersebut melarikan diri. Sopir dan penumpang yang dikabur diketahui bernama Abdul Gofur dan Riki Ardiansyah.
Sementara dari bagasi kendaraan, ditemukan empat buah tas ransel berisi 48 bungkus sabu-sabu, yang dibawa kedua pelaku, masing-masing seberat satu kilogram.
Kedua pelaku yang terbukti membawa sabu-sabu asal Pekanbaru, Riau tujuan Jakarta tersebut, selanjutnya diamankan, dan membawa sabu-sabu tersebut ke Jakarta.
“Anggota melakukan pengembangan terhadap tersangka dan diamankan tiga tersangka yang terbukti terlibat dalam penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu tersebut, diamankan oleh kepolisian Merak setelah kita lakukan koordinasi,” terang Irjen Pol Suntana, dalam ungkap kasus penyelundupan narkotika di Bakauheni, Jumat (13/7/2018).
Irjen Pol. Suntana, didampingi Kapolres Lamsel AKBP M. Syarhan, juga mengatakan, tiga tersangka lainnya diamankan atas koordinasi dengan KSKP Merak Polda Banten. Ketiga tersangka, yakni  SR, BA, dan TW, diamankan saat menyeberang dari Bakauheni dengan kendaraan bernomor polisi BK 1212 NK. Ketiga tersangka yang menyeberang lebih dahulu untuk estafet membawa sabu-sabu ke Jakarta dijanjikan upah Rp300 juta.
Pascapengamanan lima tersangka dalam penyelundupan 48 kilogram sabu-sabu tersebut, polisi kembali berhasil mengamankan tersangka dan barang bukti sabu-sabu.
Dua jam kemudian, kendaraan warna hitam bernomor polisi BM 1651 TF yang dikemudikan oleh Nasib, dihentikan oleh petugas Satnarkoba Polres Lamsel. Saat diperiksa, ada sebuah ban serep milik saudara Rudi alias Aguan. Ban tersebut merupakan milik kendaraan bernomor polisi B 2660 PFH.
”Saat anggota melakukan pemeriksaan, di dalam ban serep tersebut ditemukan sepuluh bungkus plastik berlakban coklat berisi sabu-sabu,” beber Irjen Pol Suntana.
Dalam pemeriksaan, Rudi alias Aguan mengaku diperintah oleh seseorang bernama Ace di Jakarta, dengan upah Rp50 juta. Dalam menjalankan aksinya itu, tersangka mempergunakan modus melakukan perjalanan beriringan bersama rekan lain bernama Nasib dan Ahmad.
Tersangka, bahkan siap menanggung biaya perjalanan Nasib dan Ahmad dengan alasan membawa ban serep berisi paket sabu-sabu ke Jakarta.
Akibat perbuatannya, enam tersangka itu digelandang ke Mapolres Lamsel. Para pelaku terancam pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman pidana seumur hidup, paling singkat 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara atau pidana denda maksimum Rp10 miliar.
Selain itu, para tersangka juga terancam dijerat pasal 112 ayat (2) serta pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tentang Narkotika, dengan pidana penjara paling lama seumur hidup, pidana penjara paling singkat lima tahun penjara, paling lama 20 tahun penjara dan maksimum denda Rp8 miliar, ditambah pidana penjara dan pidana denda maksimumnya ditambah sepertiga.
Perkara narkotika jenis sabu-sabu tersebut, kini dalam proses penyidikan Satnarkoba Polres Lampung Selatan.