POLDA Sulsel Antisipasi Terorisme Jelang Asian Games

198
Terorisme, ilustrasi -Dok: CDN
MAKASSAR – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, melakukan upaya antisipasi dalam mendeteksi jaringan terorisme jelang pergelaran pesta olah raga Asia atau Asian Games yang akan dilaksanakan di dua kota, yakni Jakarta dan Palembang, pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.
“Mengenai perhelatan olah raga Asian Games yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang, langkah-langkah antisipasi telah kami lakukan, agar pesta olah raga yang sangat prestisius ini bisa sukses,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, di Makassar, Selasa (17/7/2018).
Ia mengatakan, langkah-langkah antisipasi yang dilakukan oleh Polda Sulsel dengan mendeteksi seluruh sel-sel jaringan terorisme dan memetakannya berdasarkan kelompoknya.
Dicky menerangkan, berdasarkan pendataan dan pemantauan yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Polda Sulsel, jaringan kelompok radikal ISIS ini tersebar di hampir seluruh Indonesia, kecuali Provinsi Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia mengaku, jika pihaknya sudah mendata semua jaringan relawan-relawan tentara ISIS ini, baik saat sedang meninggalkan Indonesia maupun setelah kembalinya ke Indonesia.
Khusus di Sulsel, kata dia, para kelompok atau jaringan terorisme sudah tidak aktif lagi. Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan secara intensif terhadap kelompok-kelompok radikal ini.
“Mereka semua yang kembali ke Indonesia sudah tersebar di mana-mana. Mereka kembali beraktivitas seperti biasanya, tapi tetap dalam pemantauan,” tegasnya.
Ia menyebutkan, para mantan tentara ISIS ini ada yang setelah kembalinya dari Suriah sudah mulai bertobat dan tidak lagi aktif dalam jaringan-jaringan radikal, ada juga yang masih aktif.
Pihaknya menyebut, jaringan mereka ini dengan sel-sel setibanya di negara asalnya seperti Indonesia. Mereka pun ada yang aktif kembali dan ada juga yang sudah bertobat.
“Mereka ini terbagi-bagi, ada yang sel-selnya masih hidup, ada juga yang sel-selnya sedang tidur. Yang sel-sel hidup ini dalam pemantauan ketatm, sedangkan yang sel-sel tidur pun demikian. Jangan sampai mereka kembali bergabung, karena solidaritas itu,” ucapnya.
Terkait mengenai pelaksanaan Asian Games, pihaknya meningkatkan intensitas pemantauaannya mengantisipasi pergerakannya termasuk pertemuan-pertemuan yang akan dilakukan. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.