Polinema Libatkan Kostrad Didik Kedisiplinan Maba

Editor: Koko Triarko

199
MALANG – Politeknik Negeri Malang (Polinema), menggandeng Divisi Infanteri II Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), guna memberikan Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) bagi Mahasiswa Baru (Maba) yang akan menjalani masa perkuliahan di kampus biru tersebut.
Direktur Polinema, Drs. Awan Setiawan, menyebutkan, disiplin merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi setiap orang, khususnya bagi Mahasiswa Baru (Maba) yang akan menjalani masa perkuliahan.
“Latihan dasar kedisiplinan, diadakan untuk membekali maba, agar mempunyai karakter disiplin, sifat kepemimpinan, dan berwawasan kebangsaan yang mengarah pada rasa cinta Tanah Air,” sebutnya, dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Polinema dengan Divif II Kostrad, Kamis (26/7/2018).
Menurutnya, bekal disiplin sangat diperlukan tidak hanya dalam menghadapi perkuliahan, tetapi juga nanti saat mahasiswa sudah terjun di dunia kerja. “Untuk itu, nantinya setiap maba akan mengikuti LDK bersama Kostrad selama satu minggu”, sebutnya.
Sementara itu, Panglima Divisi Infantri  (Pangdivif) II Kostrad, Mayjen TNI Marga Taufiq, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, pihaknya nantinya secara umum akan memberikan dasar kedisiplinan dengan materi praktik, lebih kepada memberikan rasa kebersamaan dan kepekaan sosial. Kemudian pemberian materi yang lebih fokus kepada ancaman terhadap negara.
“Hal ini dibutuhkan, untuk mempertebal rasa nasionalisme di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa baru Polinema,” capnya.
Apa pun peraturannya, sambungnya, jika rohnya tidak disiplin, maka tidak akan berjalan, dan tidak akan fokus untuk mencapai tujuan.
Disebutkan, dalam kegiatan LDK, nantinya para maba akan bisa melihat bagaimana kedisiplinan yang ada di Divif II Kostrad, mulai dari kedisilpinan personelnya, kegiatannya maupun asramanya.
“Paling tidak hal tersebut nanti bisa mempengaruhi sikap peserta LDK mengenai kedisiplinan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Marga Taufiq juga menyebutkan, sistem pertahanan Indonesia adala menganut sistem pertahanan semesta. Seluruh manusia Indonesia beserta sumberdaya alamnya dikerahkan dalam rangka mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Untuk itu, katanya, ketika tentara bekerja sama dengan pihak nonmiliter, utamanya pihak kampus, biasanya akan menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, karena mereka akan menilai, bahwa hal tersebut sama dengan wajib militer. Padahal, hal tersebut sama sekali salah.
“Dalam menjalankan pelaksanaan pelatihan, kita sudah punya Standar Operasional Prosedur (SOP), ada latihan khusus sipil, latihan untuk militer, latihan cakra,  atau latihan rider,” terangnya.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.