Posyandu di Lampung Selatan Kampanyekan Imunisasi MR

Editor: Mahadeva WS

317

LAMPUNG – Puskesmas di Lampung Selatan terus mengkampanyekan imunisasi Measles Rubella (MR). Di Kecamatan Penengahan UPS Puskesmas Rawat Inap setempat telah mensosialisasikan imunisasi tersebut kepada 471 balita dan 300 anak pra sekolah.

Iin Fatmawati, Bidan Desa Pasuruan menyebut, sasaran sosialisasi yang dilakukan adalah, gabungan dari lima Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), tiga Taman Kanak Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sepanjang Juni hingga Juli sudah dilakukan sosialisasi sekaligus pelaksanaan imunisasi MR ke sejumlah Posyandu dan sekolah.

Sesuai jadwal, pelaksanaan MR di Puskesmas Penengahan akan dilakukan hingga akhir Agustus atau awal September. “Petugas dari Puskesmas termasuk bidan desa terus melakukan sosialisasi imunisasi measles rubella kepada para orangtua pemilik anak balita di Posyandu dan sekolah,” terang Iin Fatmawati saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (23/7/2018).

Imunisasi MR yang dilakukan secara massal disebut Iin Fatmawati, sebagai upaya memutus mata rantai penularan virus campak dan rubella. Terutama pada anak usia sembilan bulan hingga usia 15 tahun. Mengacu pada usia tersebut, sasaran dari imunisasi adalah anak yang mengikuti Posyandu dan siswa sekolah dari pra sekolah dan siswa SD-SMP.

Proses penimbangan balita dilakukan oleh kader Posyandu [Foto: Henk Widi]
Imunisasi akan dilakukan secara massal tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Khusus di Posyandu, para kader di lima Posyandu diberikan pembekalan pengetahuan mengenai imunisasi MR. Imunisasi diberikan untuk melindungi anak dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung.

Penyakit tersebut diakibatkan oleh infeksi rubella saat kehamilan. Measles atau campak, merupakan penyakit yang mudah ditularkan oleh virus. Masa inkubasi virus delapan hingga 13 hari. Gejala yang dialami seperti demam, bercak kemerahan pada kulit disertai batuk dan pilek. Kondisi bisa fatal jika terjadi komplikasi dengan diare, radang paru serta radang otak berimbas pada kebutaan hingga kematian.

Salah satu kader Posyandu, Ranik memastikan, sosialisasi telah dilakukan hingga mendatangi ibu rumah tangga ke rumah-rumah. Sosialisasi juga dilakukan dari Dinas Kesehatan di balai desa dan sekolah. Terutama sosialisasi MR serentak pada Agustus. Bagi para orangtua yang memiliki anak usia balita dan masih ikut program Posyandu, dipastikan bisa mendapatkan imunisasi MR di Posyandu. “Kita sudah berikan keleluasaan bagi para orangtua untuk menerima imunisasi MR di Posyandu atau di sekolah untuk kemudahan pendataan,” terang Ranik.

Ranik menyebut, seluruh kader posyandu telah dididik untuk membantu mengajak orangtua yang memiliki balita untuk rajin ke posyandu. Selain mensasar balita dan anak pra sekolah sosialisasi juga mensasar 93 ibu hamil di wilayah setempat. Balita dan ibu hamil di sasar sosialisasi sebagai upaya deteksi dini status gizi, tumbuh kembang sekaligus pemberian berbagai jenis imunisasi dasar diantaranya BCG, DPT, Polio dan imunisasi lain.

Kepala Desa Pasuruan Kartini menyebut, telah ada koordinasi dengan Puskesmas setempat mengenai pelaksanaan imunisasi MR. Di sejumlah titik telah dipasang baner himbauan kepada masyarakat. Kader Posyandu diminta ikut mensosialisasikan imunisasi MR sebagai program nasional kepada masyarakat khususnya pemilik anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.

Baca Juga
Lihat juga...