Presiden Jokowi Minta Polri Buang Budaya Koruptif

159
Presiden Joko Widodo. Dok. CDN

JAKARTA — Presiden Joko Widodo meminta segenap anggota Kepolsian Republik Indonesia (Polri) agar dapat membuang budaya koruptif saat bekerja.

“Saya instruksikan seluruh jajaran Kepolsiran RI untuk terus tingkatkan kinerjanya yaitu, membuang budaya koruptif, hindari tindakan yang berlebihan dan tingkatkan kepercayaan publik,” kata Presiden Joko Widodo di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Presiden menyampaikan hal tersebut dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-72 yang dihadiri juga oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian serta para pejabat Polri.

“Mantapkan soliditas internal dan profesional Polri untuk menumbuhkan dan memperkokoh semangat kebersamaan menghadapi tantangan yang semakin kompleks,” tambah Presiden.

Instruksi selanjutnya adalah Polri diminta melakukan perbaikan dari kelemahan internal terutama penegakan hukum harus transparan.

“Kedepankan langkah pencegahan dan tindakan humanis dalam menangani persoalan sosial, tingkatkan komunikasi, koordinasi dengan aparat TNI dan semua elemen bangsa dan masyarakat dalam menjalankan tugas,” tegas Presiden.

Dengan meningkatkan soliditas (kekompakan) dan profesionalisme, Presiden menilai Polri dapat menjadi insitusi yang dipercaya masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus pengayom masyarakat.

“Dirgahayu kepolsian, terus tegakkanlah Rastra Sewakottama, abdi utama nusa dan bangsa, selamat bertugas,” kata Presiden.

Dalam acara tersebut, Presiden menganugerahkan tanda kehormatan bintang Bhayangkara Nararya berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 54 TK tahun 2018 tertanggal 29 Juni 2018 dan Keppres 55 TK tahun 2018 tertanggal 9 Juli 2018 kepada empat orang anggota Polri.

Penghargaan itu pertama diberikan kepada Brigjen (Pol) Teddy Minahasa yang berdinas di Propam Polri; Teddy diketahui adalah lulusan terbaik Lemhanas angkatan 2017. Kedua, Kombes Suhendri yang merupakan Kepala Korps Pembinaan Taruna dan Siswa Direktorat Pembinaan dan Pelatihan (Kakorbintarsis) Lemdiklat Polri.

Ketiga kepada Ipda Setiawan Heri Karyadi yang bertugas di Intelijen Keamanan Polres Surabaya dan keempat kepada AKP Adarias Hisaje yang ditempatkan di Bapolresta Kepulauan Yapen Polda Papua.

Hari Bhayangkara ke-72 itu juga dihadiri oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Jaksa Agung Prasetyo, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto serta para menteri Kabinet Kerja.

Hadir juga pimpinan KPK Agus Rahardjo, Saut Situmorang, Basaria Panjaitan, mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, para duta besar negara sahabat dan para pejabat negara lainnya. [Ant]