Presiden Kunjungi Korban Gempa di NTB

Editor: Koko Triarko

231
LOMBOK – Presiden Joko Widodo, mengunjungi korban gempa bumi di Desa Madiyan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Kunjungi dilakukan menyusul bencana gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter yang mengguncang NTB pada Minggu (29/7), yang memakan korban jiwa dan mengakibatkan ribuan rumah rusak parah.
Dalam kesempatan tersebut, selain berdialog dengan masyarakat pengungsi korban gempa bumi, Presiden juga berjanji akan memberikan bantuan perbaikan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak parah akibat gempa.
“Masing-masing rumah yang rusak berat akan diberikan dana sebesar Rp50 juta. Pembangunan dan supervisi akan dibantu oleh TNI, sedangkan untuk pengawasan dilakukan oleh Gubernur, Bupati dan perangkat yang lain,” kata Presiden, Senin (30/7/2018).
Di lokasi bencana, Presiden bersama Gubernur NTB, Zainul Majdi, juga membagikan buku kepada anak-anak terdampak gempa bumi di Desa Madyan, sekaligus  sembako dan meninjau salah satu rumah yang rusak berat akibat gempa.
Presiden meminta, masyarakat  sabar menghadapi bencana dan menjadikannya sebagai ujian, mengingat  bencana gempa bumi merupakan bencana yang terjadi akibat fenomena alam yang tidak bisa ditebak kapan akan terjadi.
“Bencana alam seperti gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi, karena itu harus tetap waspada”, katanya.
Gubernur NTB, Zainul Majdi mengatakan, NTB termasuk salah satu daerah rawan bencana, termasuk bencana gempa bumi, karena itu masyarakat kita harus siap menghadapi setiap bencana yang mungkin saja bisa terjadi kapan pun seperti gempa, banjir dan sebagainya.
Dirinya juga meminta kepada BPBD, Dinas Sosial dan instansi terkait bisa lebih tanggap menyalurkan kebutuhan logistik masyarakat, termasuk tim medis, supaya kebutuhan dan kesehatan masyarakat bisa cepat ditangani.
Ia juga meminta, supaya dalam proses penanganan bencana lebih mengutamakan keselamatan masyarakat daripada yang lain, termasuk memastikan kesehatan anak, jangan sampai sakit.
“Anak-anak dan lansia harus diperhatikan, pastikan kesehatan termasuk kebutuhan logistik berupa makanan bisa tercukupi”, katanya.
Baca Juga
Lihat juga...