Produk UMKM Unggulan Dipamerkan di KIMI

Editor: Mahadeva WS

175

MATARAM – Gelaran Konferensi Internasional Moderasi Islam (KIMI) yang diikuti 500 peserta dimanfaatkan Pemprov NTB untuk memamerkan produk UMKM unggulan setempat.

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani/foto : Turmuzi

“Acara besar seperti KIMI, selain dimanfaatkan melakukan promosi pariwisata, juga harus digunakan sebagai kesempatan memamerkan berbagai produk UMKM NTB termasuk kuliner,” kata Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani, Selasa (24/7/2018).

Melalui pameran, peserta bisa menyaksikan secara langsung aneka produk UMKM NTB. Harapannya akan berdampak secara ekonomi dengan adanya transaksi yang melibatkan peserta, khususnya dari berbagai negara yang hadir. Acara besar seperti KIMI tidak boleh disia-siakan. Kalaupun peserta tidak bertransaksi langsung, minimal sudah melihat secara langsung berbagai produk UMKM dan nantinya berminat membeli atau memesan secara online.

“Kita-kan sudah ada e-shop untuk pemesanan produk UMKM NTB secara online, itu juga akan dikenalkan di acara pameran nanti, biar nanti kalau ada peserta yang ingin memesan atau membeli dari negaranya, bisa melakukan transaksi secara online,” tambah Selly.

Beberapa produk UMKM unggulan yang dipamerkan pada gelaran KIMI pada 26-29 Juli antara lain, Mutiara Lombok, kain tenun Desa Sukarara dan Desa Adat Sade, kopi Rinjani, ketak, gerabah dan sejumlah produk UMKM lainnya. Semua produk tersebut selama ini telah banyak dikenal sampai mancanegara. Terutama mutiara Lombok dan kain tenun yang sering dikunjungi wisatawan saat datang berlibur.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran NTB, Lalu. Abdul Hadi Faishal mengatakan, banyaknya penyelenggaraan kegiatan berskala nasional maupun internasional harus dimanfaatkan. Keberadaanya dimaksimalkan untuk mengenalkan dan menduniakan keindahan pariwisata NTB.

Acara KIMI juga dipastikan akan berdampak besar terhadap kunjungan wisatawan di NTB. Hunian hotel pasti akan mengalami peningkatan, mengingat peserta yang hadir mencapai 500 orang.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.