Proyek Kilang Minyak, Utamakan Pegawai Lokal

Editor: Satmoko Budi Santoso

283

BALIKPAPAN – Jelang pelaksanaan proyek Refinery Development Masterplan Program (RDMP) pengembangan kilang minyak Balikpapan, Kalimantan Timur, Pertamina memenuhi komitmen mengangkat pegawai baru berasal dari putera daerah.

Pasalnya, PT Pertamina (Persero) baru saja angkat 250 pekerja lulusan SMA/SMK yang ditempatkan di berbagai unit operasi Pertamina di Indonesia.

Region Manager Comm. & CSR Pertamina Kalimantan, Yudi Nugraha, mengungkapkan, Pertamina membutuhkan tenaga kerja baru, seiring dengan proyek-proyek pengembangan kilang, serta adanya beberapa pekerja yang pensiun secara alamiah. Di Kalimantan sendiri, terdapat 122 pekerja baru yang akan ditempatkan di RU V Balikpapan.

Alda Afri Zulfha Sujanto yang diangkat menjadi pegawai baru – Foto Ferry Cahyanti

“Dari 122 pekerja yang dialokasikan untuk wilayah kerja Kalimantan, 119 di antaranya bahkan berasal dari Kalimantan Timur,” ungkapnya, Senin (23/7/2018).

Sebelum dinyatakan lulus, calon pekerja terlebih dahulu mengikuti serangkaian seleksi masuk yang terdiri dari seleksi administrasi, psikotest dan test potensi akademik, wawancara psikolog, wawancara user hingga medical check up. Pendaftaran dan seleksi tersebut mulai dilaksanakan sejak Juni 2017.

Tidak berhenti di situ, setelah dinyatakan lulus proses rekrutmen, calon pekerja kemudian ditempa selama 6 bulan mulai Januari 2018 pada program Bimbingan Keahlian Juru Teknik (BKJT) yang mengkombinasikan pendidikan dalam kelas dan On The Job Training (OJT).

Selain itu, Yudi menyebutkan telah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengadakan program CSR (Corporate Social Responsibility) berupa pelatihan bagi 5.000 tenaga lokal yang berpotensi menjadi calon pekerja proyek pengembangan kilang minyak (Refinery Development Masterplan Program /RDMP) di Refenery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sementara itu, Alda Afri Zulfha Sujanto (20) yang diangkat sebagai pegawai baru mengaku bangga setelah dinyatakan lulus dari program BKJT. Lulusan SMA Negeri 4 Balikpapan ini menyatakan rasa syukur karena dapat berkontribusi bagi negara melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang energi.

Menurut Alda, selama menjalani proses rekrutmen hingga dinyatakan lulus sebagai pegawai tetap Pertamina tidak menemukan kecurangan dan benar-benar tidak dipungut biaya apa pun.

“Alhamdulillah persiapan saya selama 1 tahun belakangan setelah lulus SMA membuahkan hasil. Tanpa biaya apapun saya dapat diterima di Pertamina. Justru selama masa pendidikan kami diberikan fasilitas yang baik dan mendapatkan berbagai ilmu yang bermanfaat,” imbuh Alda.

Baca Juga
Lihat juga...