PSS Gagal Lanjutkan Hasil Positif di Borneo

Editor: Mahadeva WS

210
Seto Nurdiyantara, Pelatih Kepala PSS Sleman. Foto: Sodik

PALANGKA RAYA – Ambisi PSS melanjutkan tren positif dari lawatan ke Borneo gagal terwujud. Setelah berhasil memecundangi Persiba Balikpapan dengan skor telah 4-1, Selasa (9/10/2018) PSS harus rela ditekuk tuan rumah Kalteng Putra.

Menantang Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe, Super Elang Jawa takluk 0-1. Gol tuan rumah dicetak Taufik Kasrun pada awal babak kedua melalui eksekusi tendangan penalti. Dengan kekakalahan ini, PSS gagal memangkas margin poin dari Madura FC. Sejauh ini, Madura FC masih memuncaki klasemen sementara grup timur dengan koleksi 17 poin. Sedangkan skuad asuhan Seto Nurdiyantara menguntit di bawahnya dengan selisih empat poin.

Seto tidak banyak melakukan perubahan di komposisi skuad yang diturunkan saat meladeni Kalteng Putra. Seto masih cukup percaya diri mengandalkan skuad yang berhasil mempermalukan tim Beruang Madu di depan pendukungnya sendiri. Pada awal laga, pilihan Seto terbukti bermain apik.

Tim kebanggaan Slemania dan Brigata Curva Sud berhasil membuka peluang saat laga baru berjalan delapan menit. Namun peluang yang dimiliki belum bisa dimanfaatkan dengan baik. Sebaliknya tuan rumah yang diperkuat sejumlah pemain kaya pengalaman seperti Firman Utina, Taufik Kasrun dan Michael Orah terus memberikan tekanan. Beberapa kali Ega Rizky dipaksa bekerja keras menjaga gawangnya agar tidak kebobolan. Hingga babak pertama berakhir, skor kacamata tetap bertahan.

Empat menit usai turun minum, petaka menghampiri tim tamu. Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di dalam kotak terlarang. Taufik Kasrun yang maju sebagai eksekutor berhasil menuntaskan misinya dengan baik. Unggul satu gol membuat tuan rumah kian semangat kenambah keunggulan.

Serangan terus dibangun dari sektor tengah mengandalkan pengalaman yang dimiliki para pemain senior. Tak ingin kebobolan lebih banyak gol, PSS mencoba mencari celah untuk membalas. Namun ketatnya serangan tuan rumah membuat tim kebanggaan warga Sleman memilih mencari celah melalui serangan balik. Tapi sayang, strategi itu gagal membuahkan hasil. Hingga peluit Panjang dibunyikan, skor tetap bertahan untuk keunggulan tuan rumah.

Seto mengklaim anak asuhnya sudah berusaha maksimal. “Tim sudah berusaha dengan sangat baik. Memang ada beberapa evaluasi, tapi inilah hasil yang bisa kami raih dari lawatan ke Palangka Raya,” ucapnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk