Pulau C, Anies tak Ragu Hentikan Reklamasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

245
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait soal reklamasi di Pulau C dan D akan ditindak tegas, di Jakarta Pusat, Rabu (18/7/2018). Foto Lina Fitria

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan menghentikan reklamasi Teluk Jakarta. Dia mengaku tidak pernah ragu untuk menghentikan reklamasi tersebut. Hal itu terkait adanya informasi kegiatan di kawasan reklamasi di Pulau C dan D.

“Oke nanti saya periksa dan akan menghentikan. Jangan pernah ragu dalam menghentikan. Kita hentikan total. Kalau pelanggaran akan kita tegakkan,” kata Anies di Jakarta Pusat, Rabu (18/7/2018).

Kemudian dia menegaskan ada petugas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang berjaga di sana sehingga yang lalai akan dicopot langsung.

“Apalagi kalau ada pembiaran, lalai saja ditindak apalagi sengaja. Kalau sengaja soal hati dan niat,” katanya.

Orang nomor satu di Jakarta ini telah memerintahkan sejumlah personel Satpol PP untuk melakukan penjagaan dan pengawasan guna memastikan tidak ada lagi pembangunan. Namun saat ini informasinya masih ada pembangunan dilakukan, maka dirinya akan segera menindak tegas petugas yang berjaga di sana.

“Ada petugas kita yang jaga di sana kalau ada petugas yang lalai akan kita copot langsung, makasih udah dilaporkan,” tuturnya.

Sedangkan Kepala Satpol PP Yani Wahyu mengklaim tak ada pembangunan jembatan penghubung pulau C dengan PIK 2.

“Enggak ada,” kata Yani di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (18/7/2018).

Yani memastikan tidak ada pembangunan jembatan di Pulau C. Sebab para petugas dari Satpol PP selalu berada di wilayah reklamasi. Menurut Yani kegiatan yang boleh dilakukan di pulau reklamasi hanya sebatas penyiraman rumput.

“Kan anak buah saya tiap hari di situ, petugas ada. Nah, yang dibolehkan kegiatan cuma agar rumput supaya enggak mati, pepohonan supaya enggak mati itu saja kan ada penyiraman, mobil tangki, itu saja yang baru minta izin,” ujar Yani.

Lebih lanjut, Yani mengungkapkan pengawasan yang dilakukan oleh Satpol PP adalah melakukan patroli rutin sampai malam hari. Setiap patroli kata Yani, sebanyak 12 petugas akan berjaga-jaga.

“Jadi kita tugasnya mobile pagi setelah apel mobile lihat situasi kemudian ke luar lagi, kemudian keliling di luar. Siang masuk lagi ngelihat situasi,” tutur Yani.

Nantinya, kata Yani, jika memang ada temuan soal keberlanjutan pembangunan di pulau reklamasi, dirinya akan segera melaporkan ke Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI selaku pihak yang berwenang untuk mengurus pembangunan.

Diberitahukan, telah beredar sebuah video yang diperoleh dari Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) memperlihatkan adanya aktivitas pembangunan jembatan penghubung dari Pulau C ke Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.

Berdasarkan video yang beredar, ada beberapa pekerja yang sedang beraktivitas di atas pulau tersebut. Alat-alat berat yang juga terlihat berada di lokasi, meski sedang kondisi tidak digunakan.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan penyegelan di pulau reklamasi di C dan D pada tanggal 7 Juni 2018. Gubernur Anies meninjau langsung pelaksanaan penyegelan pulau tersebut. Sebanyak 500 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI menyegel Pulau C dan D milik PT Kapuk Naga Indah di Teluk Jakarta

Jumlah bangunan yang disegel mencapai 932 bangunan, terdiri atas 409 rumah tinggal, 212 rumah kantor (rukan), serta 311 unit rumah tinggal dan rukan yang belum jadi. Di spanduk penyegelan, Pemprov DKI Jakarta menyatakan lokasi ditutup karena melanggar Pasal 69 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Baca Juga
Lihat juga...