Pungli, Oknum Lurah Gandaria Diberi Sanksi Ringan

Editor: Satmoko Budi Santoso

203
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno terkejut mendengar oknum lurah diberikan sanksi ringan, berupa tidak mendapatkan TKD selama 1 tahun di Double Tree, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2018). Foto Lina Fitria

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengaku, sudah mendapatkan laporan atas adanya pungli yang dilakukan oknum lurah di Gandaria Utara, Jakarta Selatan. Sandiaga menilai, oknum di Kelurahan Gandaria Utara itu sudah merusak nama baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Dia mengaku Kelurahan Gandaria Utara masih satu kecamatan dengan daerah tinggalnya.

“Dia sudah merusak nama satu kelurahan, satu kecamatan malah rusak. Itu kan dekat rumah saya,” kata Sandiaga di Double Tree, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2018).

Kemudian dia meminta untuk diberikan sanksi tegas ke oknum lurah tersebut. Oknum lurah itu telah diberikan sanksi, tapi sanksi yang diberikan ringan berupa tidak mendapatkan tunjangan kinerja daerah (TKD) selama satu tahun.

Mendengar hal itu sontak Sandiaga terkejut. Dia menilai sanksi tersebut sangat ringan. Pasalnya selama dia menjabat sebagai pengusaha dia akan memecat oknum tersebut sebagai efek hukuman agar jera.

“Saya juga kaget kok sanksinya very light (sangat ringan) begitu ya. Maka saya mau tanya dulu. Kalau di dunia usaha sih dipecat, simpel saja, enggak ada ba bi bu,” ujar Sandiaga.

Dia menyayangkan tidak bisa menambahkan sanksi kepada oknum tersebut. Sebab sanksi itu telah diberikan berdasarkan peraturan yang ada.

“Kalau saya instruksinya di luar UU, saya pasti menyalahi aturan,” kata dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta masyarakat untuk melaporkan kepadanya jika menemukan lurah yang terindikasi pungli. Anies menegaskan tak segan memecat lurah yang terbukti melakukan pungli.

“Jadi minta namanya saja, kita ada 267 lurah. Jika ada yang melakukan pungli langsung diberhentikan. Jadi minta laporannya, saya akan berhentikan,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Anies mengaku, telah berpesan kepada wali kota di DKI agar ikut mengawasi para lurah. Dia berharap agar kualitas pelayanan di Jakarta kualitasnya meningkat dan bersih dari pungli.

“Ini salah satu hal yang saya minta pada wali kota bahwa tidak boleh ada penurunan kualitas pelayanan, dan bila ada penyimpangan ambil tindakan tegas,” tegas Anies.

Diberitahukan seorang warga di Kelurahan Gandaria Utara, yaitu Salmah, telah menjadi korban pungli yang dilakukan salah satu oknum di Kelurahan Gandaria Utara. Berdasarkan cerita Salmah, oknum berinisial A tersebut meminta uang untuk mengurus sertifikat rumah.

Awalnya dia dimintai uang sebesar Rp 500.000 untuk biaya pengukuran satu rumah. Setelah itu, A itu terus-menerus meminta uang kepada Salmah untuk mengurus surat-surat. Lebih kurang sudah Rp 8 juta uang yang dia keluarkan. Namun sertifikatnya tidak kunjung selesai.

A merupakan seorang staf Seksi Pelayanan Masyarakat di Kelurahan Gandaria Utara. Sekretaris Camat Kebayoran Baru, Sjamsul Idris, mengatakan, A sudah mengaku salah. Atas perbuatannya, A diberikan sanksi.

“Jadi, kami ambil kesimpulan hukumannya (pelanggaran) sedang. Sedang itu dengan kemungkinan hukuman tidak menerima TKD selama satu tahun,” ujar Sjamsul.

Baca Juga
Lihat juga...