Puskesmas Candipuro Didatangi 142 Pasien Diduga Keracunan

Editor: Mahadeva WS

651

LAMPUNG – Puskesmas Candipuro, Lampung Selatan mendapatkan kiriman 142 pasien yang merupakan warga keracunan. Mereka adalah korban keracunan dari hidangan sebuah agenda hajatan.

Banyaknya warga yang harus dirawat membuat, kapasitas Puskesmas Candipuro tidak mampu menampung. Data register Puskesmas menyebut, 29 pasien masih dirawat di puskesmas yang memiliki kapasitas tempat tidur 20 unit. Hal tersebut membuat petugas harus bekerja esktra dengan mengeluakan tempat tidur cadangan untuk ditempatkan di selasar.

Sholatan,Kasubag TU Puskesmas Candipuro [Foto: Henk Widi]
Sementara tiga unit ruang perawatan terisi penuh oleh pasien. “Kita sudah lakukan penanganan awal semaksimal mungkin agar pasien terduga keracunan mendapat perawatan diberi infus dan obat obatan,” terang Kasubag Puskesmas Candipuro, Sholatan, saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (4/7/2018).

Pasien diduga keracunan hidangan hajatan salah satu warga di Desa Banyumas. Dari pasien yang masuk, pasien usia 1-5 tahun sebanyak tiga orang. Dua orang diantaranya dirujuk ke Puskesmas Sidomulyo dan satu dirujuk ke RSUD Bob Bazaar Kalianda. Sementara untuk pasien usia 6-14 tahun ada enam orang. Pasien usia 15-44 tahun ada 18 orang dan pasien usia 50 tahun ada 5 orang.

Dampak dari insiden keracunan tersebut, Dinas Kesehatan, Uspika Kecamatan Candipuro membuka posko kesehatan di rumah warga yang ada di Desa Banyumas. Di posko tercatat sudah menampung 40 pasien, tercatat ada puluhan pasien menjalani rawat jalan.

Dampak dari insiden keracunan sejak Selasa (3/7/2018) malam cukup beragam. Hal tersebut membut pihak medis membuat posko siaga. Puskesmas juga dibackup dokter dari Puskesmas Way Sulan. “Dokter kita siagakan di Puskesmas dua orang. Di posko ada tiga orang ditambah belasan perawat dan bidan desa,” terang Sholatan lebih lanjut.

Hingga Rabu (4/7/2018) malam, Dinas Kesehatan Lampung Selatan masih melakukan pemeriksaan sampel makanan. Hasil dari pengecekan, masih belum bisa memastikan penyebab keracunan hidangan hajatan.

Yulita (19), salah satu warga Banyumas menyebut, Dirinya tidak datang di pesta hajatan pernikahan tersebut. Ia hanya mengkonsumsi makanan yang dibawa oleh sang ibu yang datang ke hajatan. Makanan yang dimakan pada Selasa (3/7/2018) malam berisi sayur nangka dan daging ayam. Namun usai makan, langsung merasa mulas dan akhirnya muntah. Yulita sempat pingsan dan terjatuh dari motor karena pusing dan mual yang dialami, sehingga akhirnya dibawa ke Puskesmas Candipuro.

Fadilah Umar (15), warga Desa Titiwangi Kecamatan Candipuro menyebut, Dirinya diundang sebagai Tim Kesenian Hadroh pengisi acara hajatan. Meski sudah makan di lokasi hajatan sejak Selasa (3/7/2018) pagi, Dirinya baru merasakan perut mulas dan pusing pada Rabu (4/7/2018) pagi. Sejak pagi hingga siang ia sudah mendapat asupan dua botol infus dan harus tidur di kursi karena kehabisan tempat tidur di puskesmas.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.