Rano Karno Sutradarai Si Doel The Movie, Ini Kisahnya

Editor: Makmun Hidayat

273
Rano Karno - Foto: Akhmad Sekhu

JAKARTA — Rano Karno identik dengan Doel berkat sinetron Doel Anak Sekolahan. Sebuah sinetron yang fenomenal dan melegenda, bukan hanya tayangannya sangat panjang sampai enam seri, tapi banyak pemainnya yang legendaris bermain sinetron hingga meninggal dunia, seperti di antaranya Benyamin S, Tile dan Basuki.

Karena begitu sangat fenomenalnya, sinetron tersebut kemudian diangkat ke film layar lebar dengan judul Si Doel The Movie, yang ceritanya melanjutkan kisah cinta segitiga antara Si Doel, Sarah dan Zainab yang masih tetap membuat penasaran masyarakat dan bertanya-tanya Si Doel akan melabuhkan cinta pada Sarah atau Zainab?

“Pada waktu sinetron Doel Anak Sekolahan seri 6, kisahnya Sarah pergi meninggalkan Si Doel karena Si Doel menolong Zainab,” kata Rano Karno dalam acara gala premiere Si Doel The Movie di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Lelaki kelahiran Jakarta, 8 Oktober 1960, itu membeberkan, bahwa kemudian Si Doel datang ke rumah Sarah dan mamanya bilang kalau Sarah pergi ke Belanda.

“Seharusnya Doel menyusul Sarah pada waktu itu, namun Doel kan hanya supir oplet, jangankan uang, paspor saja tidak punya,” beber anak aktor Soekarno M. Noer (alm).

Dalam ‘Si Doel The Movie’, Rano mengungkap kisahnya Doel dibohongi Hans untuk datang ke Belanda yang katanya ingin menawarkan kerja tapi ternyata ada permintaan dari Sarah karena Sarah ingin bertemu dengan Doel.

“Jadi dulu ceritanya seperti itu dari sinetron Doel Anak Sekolahan 6 yang ceritanya langsung nyambung ke Si Doel The Movie,” ungkap aktor yang sudah terkenal sejak kecil pada tahun 1970-an dan 1980-an melalui sejumlah film seperti Rio Anakku, Gita Cinta dari SMA, dan Taksi, serta sebagai Doel dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan pada tahun 1990-an.

Pada waktu kecil itulah, Rano sudah meraih berbagai penghargaan, seperti di antaranya Pemain Cilik Terbaik FFI 1974 di Surabaya, Best Child Actor FFA 1974 di Taiwan lewat film Rio Anakku (1973), Aktor Harapan I Pemilihan Best Actor/Actrees PWI 1974.

Rano menyampaikan sekuel ‘Si Doel The Movie’ nantinya akan berkisah tentang Abdullah alias Dul kecil datang ke Indonesia dan ingin tinggal dengan bapaknya.

“Tinggal di rumah gubuk yang tidak ada AC, biasa tinggal di Belanda ada AC-nya, Dul kecil mengalami hidup di kampung yang ada jangkrik dan tokek. Artinya ceritanya nanti kesana, rindu saya cerita seperti itu,” papar peraih penghargaan Aktor Utama Terbaik dalam Taksi FFI 1991, Bintang Drama Pria Terfavorit dalam ajang Panasonic Awards 1997, dan Penghargaan Surjosoemanto dari BP2N (Dewan Film Nasional) 1997.

Rano menyampaikan, bahwa Dul kecil akan mencari tahu apa itu Betawi karena di Belanda ada perpustakaan yang banyak memuat sejarah Betawi.

“Sewaktu gala premiere Si Doel The Movie di Belanda, saya sempatkan pergi ke Leiden untuk mencari data sejarah Betawi, “ ujar bintang film yang pernah menjadi pejabat sebagai Wakil Bupati Tangerang, Wakil Gubernur Banten hingga menjadi Gubernur Banten periode 13 Mei 2014 – 11 Januari 2017.

Dalam ‘Si Doel The Movie’ ini, Rano sebenarnya ingin sekali hadir lebih utuh tentang Doel.

“Untuk ketahui durasi film ini sebenarnya 2 jam 10 menit berdasarkan skenario, tapi saya harus kompromi karena film ini 1,5 jam jadi banyak adegan yang dibuang,” tegasnya.

Rano mengaku tidak bisa bertutur cerita lebih banyak lagi karena keterbatasan waktu jadi ia harus kompomi. “Ini penyutradaraan saya yang pertama sebagai sutradara film, kalau sinetron sudah beberapa kali, jadi memang saya masih belajar,” tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...