Ratusan Warga di Lamsel Diduga Keracunan Makanan Hajatan

Editor: Koko Triarko

1.039
LAMPUNG – Diduga keracunan akibat menyantap hidangan dalam acara hajatan pernikahan, ratusan warga dilarikan ke Puskesmas Candipuro, Lampung Selatan.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas Candipuro, Sholatan, menyebut warga yang dibawa ke Puskesmas datang secara bertahap. Keluhan awal dialami oleh sebagian warga sejak Rabu (4/7) pagi, di antaranya pusing, mual dan sakit kepala.
Sholatan, Kasubag TU Puskesmas Candipuro [Foto: Henk Widi]
Sholatan menyebut, hingga siang jumlah warga yang dirawat di Puskesmas Candipuro dan sementara menginap berjumlah 23 orang. Sementara sesuai data total pasien yang dirawat jalan di Puskesmas hingga pukul 13.00 WIB sekitar 139 orang. Selain di Puskesmas, juga telah didirikan posko untuk penanganan warga diduga keracunan di Desa Banyumas tersebut.
“Pihak kecamatan dan dinas kesehatan Lampung Selatan telah mendirikan posko untuk penanganan sekaligus kita koordinasi dengan Puskesmas terdekat,” terang Sholatan, mendampingi KUPT Puskesmas Candipuro, Sunardi, Rabu (4/7/2018)
Sholatan juga menyebut, selain pasien yang dilarikan ke Puskesmas dan mendapat penanganan oleh petugas medis yang sudah dimulai sejak pagi, dipastikan baru ada satu pasien terpaksa dirujuk ke RSUD Bob Bazaar Kalianda Lampung Selatan.
Selain di Puskesmas Sholatan, di posko yang didirikan di Desa Banyumas juga dirawat sejumlah warga dengan bantuan obat-obatan yang didrop dari Puskemas.
Berdasarkan diagnosa awal, Sholatan menyebut, rata-rata pasien mengalami mual, pusing setelah mengkonsumsi makanan di sebuah hajatan. Sebagian warga mengkonsumsi hidangan hajatan pada Selasa (3/7) malam, selanjutnya mengalami mual, pusing pada pagi harinya.
Sebagai langkah penanganan, selain melakukan perawatan jalan, sebagian pasien harus diinfus.
“Kapasitas tempat tidur yang terbatas membuat sebagian pasien tidak bisa dirawat di sini, dan rencana sebagian akan dibawa ke Puskesmas Sidomulyo yang terdekat,” tegas Sholatan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan juga telah melakukan pengambilan sampel makanan yang dikonsumsi warga. Namun, ia belum menerima hasil pemeriksaan laboratorium penyebab warga mengalami dugaan keracunan, untuk mengungkap penyebab keracunan yang sudah dikategorikan kejadian luar biasa di kecamatan Candipuro tersebut.
Jumlah korban dugaan keracunan disebutnya bisa saja bertambah, karena sebagian besar yang dirawat berasal dari Desa Banyumas. Sementara pemilik hajatan juga mengundang warga dari desa lain di Kecamatan Candipuro.
Zainal Abidin (39), salah satu pasien, warga Desa Banyumas, mengaku datang ke hajatan pada Selasa (3/7) malam dan mengkonsumsi telur serta daging beserta nasi. Pagi harinya, Rabu (4/7) ia mengalami diare, mual dan memeriksakan diri ke Puskesmas Candipuro di Desa Titiwangi.
“Saya kondangan makan dan malamnya mual-mual, baru pagi hari berobat didiagnosa keracunan, selain saya banyak juga mengalami hal yang sama,” beber Zainal Abidin.
Pasien lain yang masih dirawat  bernama Uci (9), siswa SD yang diajak orang tuanya kondangan juga mengalami diare. Setelah mendapat penanganan infus, dirinya bersama sang orang tua masih terbaring mendapat perawatan dari tim medis.
Pantauan Cendana News, sejumlah petugas medis terlihat sibuk melakukan penanganan sejumlah pasien yang terpaksa dirawat di ruang tunggu untuk diinfus.
Baca Juga
Lihat juga...