Retail Modern Minta Sosialisasi Larangan Kantong Plastik Digencarkan

Editor: Koko Triarko

278
BALIKPAPAN – Sosialisasi Peraturan Wali Kota tentang Pengurangan Sampah Plastik, yang ditindaklanjuti dengan larangan penggunaan kantong plastik, diminta lebih digencarkan. Hal ini mengingat masih banyak masyarakat yang belum mengetahui penerapan kebijakan tersebut, sehingga saat berbelanja di retail modern, tidak siap membawa tas belanjaan.
Hal tersebut disampaikan salah satu pengelola retail modern atau pusat perbelanjaan di Balikpapan, Dicky Pratama, selaku Kepala Manager Store Ramayana Balikpapan.
Sosialisasi kebijakan itu tentu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar saat berbelanja di retail modern tidak terkejut saat belanjaannya ditempatkan pada kardus atau paper bag yang sudah disediakan.
Kepala Manajer Store Ramayana Balikpapan, Dicky Pratama (baju putih). –Foto: Ferry Cahyanti
“Setelah kebijakan diterapkan sejak 3 Juli 2018 tentang larangan penggunaan kantong plastik, kami menyediakan kardus untuk supermarket. Kemudian store pakaian kami sediakan paper bag, dan untuk sementara itu yang kami lakukan,” ucapnya, Rabu (11/7/2018).
Dicky mengatakan, sebagai tahap awal dari kebijakan larangan penggunaan kantong plastik tersebut, pihaknya menyediakan 100 paper bag untuk store, kemudian menunggu negosiasi dengan UKM lokal dalam penyediaan tas berbahan nonplastik.
“Kita siapkan tahap awal 100 biji dulu, kemudian nanti order lagi. Negosiasi dengan UKM lokal seperti apa dengan melihat harga sembari menunggu persetujuan dari pusat,” tandasnya.
Menurut Dicky, kebijakan larangan penggunaan kantong plastik akan mempengaruhi jumlah pengunjung sebagai awal penerapan sekaligus menambah biaya operasional.
“Apa pun hasilnya dari penerapan kebijakan ini, kita lihat hasilnya. Kita hanya menjalankan kebijakan tersebut yang beroperasi di kota ini (Balikpapan). Pastinya juga mempengaruhi jumlah pengunjung, karena pasar tradisional juga masih menyediakan plastik,” beber Dicky.
Untuk itu, dia berharap sosialisasi penerapan kebijakan ini dapat lebih digencarkan, sehingga tidak mempengaruhi jumlah pengunjung yang datang dan tidak muncul komplain setelah pengunjung berbelanja.
“Dengan sosialisasi yang lebih tajam, maka pemahaman mengenai larangan penggunaan kantong plastik akan lebih mengena pada sasaran, dalam hal ini mengurangi sampah plastik. Kami dukung untuk lingkungan, tetapi sosialisasi juga lebih gencar,” pintanya.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, mengaku Perwali akan menemukan kendala dan akan diperbaiki terus seiring berjalannya kebijakan tersebut.
“Masukannya sangat bagus terhadap kebijakan seperti ini. Memang tidak gampang, dan jangan sampai jadi cost berlebih,” imbuhnya.
Ia menyebutkan, alasan diterapkan pada pusat perbelanjaan besar, karena diharapkan sebagai motor penggerakn. “Sehingga kita harus selektif betul kepada toko-toko modern, dengan melihat pengalaman-pengalaman di Banjarmasin,” kata Rizal.
Rizal menambahkan, edukasi kepada masyarakat tentang kebijakan tidak menggunakan kantong plastik harus diperbanyak di berbagai titik, sehingga masyarakat memahami.
Baca Juga
Lihat juga...