banner lebaran

RS Kanker Dharmais Bangun Pusat Riset

267
Pemeriksaan kanker payudara - Foto: Dok. CDN

JAKARTA – Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais akan membangun pusat riset kanker nasional. Fasilitas tersebut bakal menjadi pusat sebagai penelitian obat-obat kanker terbaru.

Direktur Utama RS Pusat Kanker Dharmais, Profesor dr Abdul Kadir SpTHT-KL(K) mengatakan, pihaknya mendapat bantuan dana dari Bank Pembangunan Islam (IDB) sebesar Rp1,3 triliun untuk mendirikan pusat riset kanker tersebut. “Pelayanan itu akan maju kalau didukung dengan penelitian. Jadi sekarang saya mengharapkan pelayanan itu selalu bersandar pada evidence base, tidak menggunakan literatur luar negeri,” katanya.

Dia menekankan, pentingnya Indonesia melakukan penelitian mandiri di bidang obat-obatan kanker. Serta tidak melulu mengambil literatur luar negeri. Hal itu dikarenakan, perbedaan gen dan karakteristik manusia Indonesia dengan Eropa ataupun Amerika.

Bahkan Kadir meyakini, Indonesia memiliki potensi besar dalam perkembangan dunia pengobatan karena memiliki berbagai macam tumbuhan obat. “Terus terang kita masih mempunyai potensi untuk menemukan obat-obat kanker terbaru dengan begitu banyaknya herbal, banyak jamu di Indonesia yang bisa kita lakukan suatu analisa penelitian yang mungkin merupakan sebuah obat yang sangat ampuh ke depannya,” katanya.

Saat ini RS Kanker Dharmais sudah memiliki pusat pendidikan yang bisa digunakan untuk berbagai pelatihan di bidang kesehatan berkaitan dengan kanker. Ke depannya, RS Dharmais juga akan membuat fasilitas untuk uji coba obat yang digunakan untuk percobaan obat-obat baru yang dikembangkan berbagai perusahaan farmasi.

RS Kanker Dharmais membuka kerja sama dengan berbagai perusahaan farmasi untuk pengembangan obat. “Cita-cita kami sebagai rumah sakit pusat kanker nasional yang setara dengan yang ada di Asia, yaitu Singapura, Malaysia, Korea, Jepang,” pungkas Kadir. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.