Ruang Kelas SD Inpres Tanah Edang Butuh Perbaikan

Editor: Mahadeva WS

272

LARANTUKA – Ruang kelas di SD Inpres Tanah Edang, Desa Lamaole, Solor Flores Timur (Flotim) butuh perbaikan. Teracatat ada tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan di bagian atap dan terancam roboh.

Kepala sekolah SD Inpres Tanahedang desa Lamaole kecamatan Solor Barat kabupaten Flores Timur, Piter Hayong Bao Kein – Foto : Ebed de Rosary

Dengan kondisi tersebut, Pemkab Flotim dalam hal ini Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) diminta untuk segera memperbaikinya. “Kami setiap tahun selalu mengusulkan ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga untuk segera mengganti kayu-kayu penopang atap yang sudah lapuk dan dimakan rayap. Namun sampai sekarang usulan kami belum ditindaklanjuti,” sebut Piter Hayong Bao Kein, Kepala Sekolah SD Inpres Tanah Edang, Desa Lamaole Kecamatan Solor Barat, Senin (16/7/2018).

SD Inpres Tanah Edang dibangun sejak 1977. Dan sampai sekarang sudah banyak rangka kayu banguan sekolah yang keropos. Jika terjadi angin kencang, aktivitas belajar mengajar di ketiga ruang kelas dihentikan sementara untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Selain meminta perbaikan tiga ruang kelas, pihak sekolah juga berharap instansi terkait bisa membangun satu ruang kelas lagi. Hal itu dikarenakan, saat ini kegiatan belajar mengajar untuk siswa kelas satu dilakukan di perpustakaan sekolah. “Akibatnya anak-anak tidak bisa membaca buku di ruang perpustakaan sebab ruangannya dipergunakan sebagai ruang kelas sementara. Kami berharap pemerintah membantu sekolah kami yang terpencil dan tidak terjangkau jaringan telepon selular,” pintanya.

Terbaru, di awal Juli 2018 Piter sudah mendatangi Dinas PKO Flotim bersama dengan operator sekolah kembali menyampaikan usulan ke dinas.

Urbanus Werang, Staf Kantor Camat Solor Barat juga menyampaikan hal senada. “Pembangunan gedung sekolah sangat penting apalagi sekolah ini terpencil sehingga seharusnya pemerintah membantu sekolah ini. Kemauan anak-anak untuk bersekolah juga sangat tinggi meski harus berjalan kaki sejauh 500 meter lebih dari dusun tetangga,” tuturnya.

Urbanus berharap Dinas PKO Flotim bisa turun langsung ke sekolah-sekolah terpencil secara berkala untuk mengetahui kondisi sekolah-sekolah di daerah pedalaman. Dengan begitu ketika ada usulan untuk perbaikan bangunan ataukah lainnya bisa segera ditindaklanjuti. “Dalam Musrembang Kecamatan Solor Barat, kondisi sekolah tersebut juga sudah disampaikan dan kami juga sudah meneruskan usulan tersebut ke pemerintah kabupaten agar segera ditindaklanjuti,” terangnya.

Sementara itu dari pengamatan Cendana News, hampir semua kayu-kayu penopang atap di banguan di dalam ruang kelas 3,4 dan kelas 5 sekolah tersebut dalam kondisi lapuk dan dimakan rayap. Selain itu, beberapa tembok bangunan terlihat mengalami retak dan tidak menyatu atau terlepas satu sama lainnya. Hampir semua ruangan kelas di sekolah dengan jumlah murid 96 tersebut terbuat dari kayu dan semua ruang kelas sudah berlantai semen.

Baca Juga
Lihat juga...