Rupiah Selasa Pagi Menguat 14 Poin Menjadi Rp14.380

Ilustrasi Rupiah - Foto: Dokumentasi CDN

JAKARTA — Nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak menguat 14 poin menjadi Rp14.380 dibanding posisi sebelumnya Rp14.394 per dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji, mengatakan, penguatan Rupiah didorong oleh sentimen domestik, yaitu surplus neraca perdagangan Juni 2018.

“Efek surplus dagang memberikan katalis positif bagi Rupiah,” ujar Nafan di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2018 sendiri tercatat surplus 1,7 miliar dolar AS.

Selain itu, lanjut Nafan, data penjualan ritel di AS juga mengalami penurunan sehingga juga menjadi sentimen negatif bagi Rupiah.

“Hal itu memberikan efek bagi depresiasi dolar terhadap berbagai intrumen “forex” lainnnya, termasuk Rupiah,” kata Nafan.

Sebelumnya pada penutupan perdagangan kemarin, Rupiah masih melanjutkan pelemahannya.

Rilis laporan The Fed yang semakin optimis pada pertumbuhan ekonomi AS saat itu memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga acuan dan menjadi sentimen negatif bagi Rupiah.

Selain itu juga, data PDB China yang melambat di kuartal kedua juga menjadi sentimen negatif bagi Rupiah.

Berbeda dengan Rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa dibuka melemah sebesar 23,37 poin atau 0,4 persen ke posisi 5.881,79.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 5,92 poin (0,64 persen) menjadi 925. [Ant]

Lihat juga...