Sala Lauak 50 Ribu Porsi, Toreh Rekor MURI

Editor: Satmoko Budi Santoso

187
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat Yosmeri (kiri) pihak MURI yang memperlihatkan sertifikat MURI yang didampingi oleh Ketua Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Sumatera Barat Nevi Zuairina/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Penyajian kuliner khas Sumatera Barat sala lauak dengan jumlah 50 porsi, berhasil menoreh rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Penyajian sala lauak yang meraih penghargaan rekor MURI, berkaitan dengan rangkaian kegiatan memperingati Hari Anak Nasional 2018 di Sumatra Barat, yang dihadiri ribuan anak Pendidikan Usia Dini.

“Ada 50 ribu sala lauak yang kita sediakan. Selain untuk memecahkan rekor MURI. Sala lauk ini sebagai bentuk sosialisasi kepada anak-anak kita agar gemar memakan ikan,” ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Selasa (24/7/2018).

Ia menyebutkan, dengan dikemas menjadi sala lauak, maka anak-anak akan lebih praktis memakan ikan. Sehingga anak-anak dapat langsung mengkonsumsi.

“Ada anak yang tidak suka ikan, mereka akan suka makan ikan melalui sala luak ini. Maka, kemaslah ikan itu dengan bentuk yang kreatif dan praktis sehingga dapat langsung dikonsumsi anak, contohnya dengan sala lauak ini,” katanya.

Menurutnya, konsumsi ikan bagi anak-anak sangatlah bagus. Apalagi yang mengkonsumsi adalah anak-anak di tingkat PAUD. Hal demikian akan dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan, karena ikan mengandung vitamin yang baik untuk anak-anak.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri menambahkan, sala lauak tidak hanya bisa diolah dari ikan laut saja. Tetapi, semua ikan dapat diolah menjadi makanan sala lauak ini, sebab sala ini sangat mudah dibuat.

“Untuk tingkat konsumsi ikan kita di Sumbar saat ini 34,3 Kg per kapita tahun ini. Sehingga, diharapkan dapat terus mengalami peningkatan,” tuturnya.

Selain itu, Ketua Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Sumatera Barat, Nevi Zuairina menyebutkan, gemar makan ikan ini harus disosialisasikan sejak dini kepada anak usia dini.

Hal tersebut dikarenakan, dengan gemar makan ikan akan meningkatkan kecerdasan kepada anak sebab 50 persen perkembangan otak terjadi pada usia dini.

“Untuk itu, orang tua mesti membiasakan anak untuk mengkonsumsi ikan sejak dini. Karena, ikan ini harga sangat terjangkau dan banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.