Sandiaga Minta Driver Ojol Tidak Demo Saat Asian Games

Editor: Makmun Hidayat

262
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno - Foto: Lina Fitria

JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, meminta kepada pengemudi ojek online (Ojol) untuk mengurungkan niatnya melakukan demo saat Asian Games 2018 berlangsung.

“Mari kita sampingkan kepentingan pribadi kita demi kepentingan bangsa dan negara,” ajak Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (20/7/2018).

Dia menyebut sampai saat ini pihak pengemudi Ojol belum menyampaikan permintaan untuk bertemu dirinya maupun Gubernur DKI Anies Baswedan. Permasalahan ini, lanjut Sandiaga, telah ditangani oleh pemerintah pusat. Namun ia juga berjanji akan memfasilitasi perwakilan pengemudi Ojol yang ingin bertemu.

“Ke pemprov belum ada permintaan (untuk bertemu). Tapi kan ini ditangani oleh pemerintah pusat, tapi kita ingin pastikan bahwa kita akan hadir untuk memfasilitasi. Kepada pengemudi Ojol, kita akan berkoordinasi untuk tidak melakukam kegiatan-kegiatan yang berpotensi menghambat atau mengganggu kelancaran dari Asian Games,” jelasnya.

Selain itu, dia mengimbau ke seluruh pengemudi Ojol untuk bergandengan tangan memastikan Asian Games menjadi yang bersejarah dan dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Saya mengimbau untuk pengemudi Gojek dan pengemudi ojek online lainnya, sama-sama kita bersatu bergandengan tangan memastikan Asian Games yang sangat bersejarah dan memorable (dikenang), bukan hanya untuk warga Jakarta tapi juga seluruh rakyat Indonesia dan juga untuk tamu-tamu,” jelasnya.

Sebelumnya Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) berencana kembali melangsungkan aksi demonstrasi para pengemudi Ojol pada 18 Agustus 2018. Tepat saat Asian Games resmi dibuka Presiden Joko Widodo.

Anggota Presidium Garda, Danny Stefanus, mengatakan para pengemudi ojek online masih menuntut kesejahteraan. “Kami tetap meminta agar aplikator mengembalikan tarif ojek online (Ojol) di harga minimal, Rp 3.000 rupiah per kilometer,” tuturnya kepada wartawan di Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Senin (16/7/2018).

Selain itu, mereka meminta pemerintah agar segera menyediakan payung hukum untuk memperjelas keberadaan ojek online di Indonesia. Soalnya, Danny menganggap dengan tarif Rp 1.200-Rp 1.600 per kilometer, banyak pengemudi ojol yang hidup dengan pendapatan tidak layak.

Aksi tersebut akan dilangsungkan di dua titik, yaitu Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta, serta Gelora Jaka Baring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan. Sekitar 50 ribu pengemudi Ojol diperkirakan mengikuti aksi yang digelar di Jakarta.

Baca Juga
Lihat juga...