Sandiaga Pertahankan Sawah di Cakung untuk Kebutuhan Warga

Editor: Satmoko Budi Santoso

348
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan mempertahankan sawah yang di Jakarta Timur untuk digunakan warga Jakarta, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (18/7/2018) Foto Lina Fitria

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, mengatakan, persawahan di kawasan inspeksi Banjir Kanal Timur, Cakung itu tidak akan dialihfungsikan melainkan digunakan untuk kebutuhan warga di sekitar.

“Pertama-tama, sawah yang dipertahankan oleh Pemprov DKI diperuntukkan bukan untuk memasok beras, tapi untuk ketersediaan benih dan konsumsi masyarakat setempat, karena luasannya sangat terbatas,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (18/7/2018).

Menurutnya, di Ibu Kota seperti ini masih terdapat sawah yang abadi. Kemudian dia akan mempertahankan sawah tersebut dengan luas 6,8 hektare tersebut.

“Saat ini terdapat sawah abadi yang akan tetap dipertahankan sebagai sawah seluas 6,8 hektare di ujung Jakarta Timur. Bukan di Jakarta Utara, bukan di Rorotan, tempatnya Pak Sekda,” ujarnya.

Dia pun menyadari bahwa persawahan di Jakarta Timur itu tidak mampu mencukupi kebutuhan beras warga Ibu Kota lantaran hasil dari sawah itu hanya diperuntukkan buat warga sekitar.

“Seperti kita ketahui, Jakarta perlu 90-100 ribu ton (per hari). Sedangkan kemampuan kita untuk lahan yang kecil itu sangat-sangat jauh di bawah itu,” jelasnya.

Mantan pengusaha itu menyampaikan nantinya akan dilakukan pembinaan untuk para petani sawah di DKI Jakarta. Program pembinaan itu sendiri berada di Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP). Selanjutnya Dinas KPKP kini sedang menjalankan program pembekalan kepada para petani sawah itu untuk beralih menjadi petani sayuran.

“Pembinaan terhadap para petani dilakukan KPKP, Pak Darjamuni (Kadis KPKP), melalui kegiatan pengendalian organisme pengganggu tanaman dan pendampingan teknis budi daya oleh penyuluh pertanian petugas BUPT,” terang Sandiaga.

Dia berharap dengan adanya program pembinaan kepada petani itu dalam waktu lima sampai enam tahun ke depan, petani sawah akan diarahkan ke pertanian holtikultura seperti sayuran dan tanaman hias karena dia menilai sesuai dengan kondisi DKI Jakarta.

“Untuk 5-6 tahun ke depan, petani sawah akan diarahkan ke pertanian hortikultura untuk sayuran, tanaman obat keluarga, dan tanaman hias yang lebih sesuai dengan kondisi DKI Jakarta,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Anies Baswedan pernah mengunjungi lahan persawahan yang ada di Jakarta Timur itu. Menurut Anies, satu lahan sawah di Jakarta mampu menghasilkan 5 ton beras.

“Pesannya, mari kita jaga bersama-sama dan perlu kita sadari Jakarta adalah sebuah ekosistem yang lengkap. Di sini ada juga lahan-lahan pertanian yang harus kita jaga dan manfaatkan. Hasil pertaniannya juga bisa dirasakan manfaatnya oleh warga Jakarta,” ujar Anies di kawasan inspeksi Banjir Kanal Timur, Cakung, Rabu (18/7/2018).

Diketahui, kini lahan hijau di DKI Jakarta semakin menyempit. Sebesar 600 hektar lahan sawah dibeli Pemda DKI untuk hunian tempat tinggal.

Baca Juga
Lihat juga...