Sandiaga Tegaskan tak Akan Ikut Lari Bawa Obor

Editor: Satmoko Budi Santoso

217
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan dirinya dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak akan lari membaw obor saat pembukaan Asian Games mendatang, di Balai Kota DKI, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (27/7/2018). Foto Lina Fitria

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan, dirinya dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak akan ikut dalam pembawaan obor ketika sampai di Jakarta. Namun akan ikut lari obor untuk memeriahkan Asian Games.

“Saya dan Pak Gubernur sudah memutuskan tidak akan membawa obor, kita mensupervisi. Saya berharap ini akan betul-betul memeriahkan,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (27/7/2018).

Tak hanya itu dia juga sudah menginstruksikan jajarannya agar pembawa obor Asian Games tak dibawa oleh pejabat.

“Super penting buat DKI, saya baru perintahkan bahwa pembawa obor itu harus tokoh-tokoh yang menginspirasi gitu lho, bukan pejabat. Kalau pejabat sih ya bolehlah, kecuali kalau dia memang benar-benar punya prestasi yang luar biasa,” ujarnya.

Orang nomor dua ini menjelaskan salah satu alasannya, yakni jajaran Pemprov DKI agar lebih fokus untuk memastikan kelancaran kirab obor nanti. Sehingga, dia meminta tokoh-tokoh yang menginspirasi agar bisa turut serta membawa obor api Asian Games itu.

“Tadi saya bilang Babe Idin misalnya, yang 100 hektar hutan kota dia kelola tanpa bantuan dari pemerintah. Misalnya juga tokoh-tokoh kebudayaan yang betul-betul mengangkat budaya Betawi, tokoh masyarakat, para kiai, tokoh-tokoh agama lain yang sudah memberikan rasa aman bersatu bagi masyarakat dengan prestasi,” terang Sandi.

Sandiaga mengatakan, perwakilan Jakarta untuk membawa obor nantinya akan diberikan kepada tokoh yang inspiratif. Dia berharap hadirnya para tokoh inspiratif akan membawa menggugah warga.

“Super penting buat DKI saya baru perintahkan bahwa pembawa obor itu harus tokoh-tokoh yang menginspirasi gitu loh, bukan pejabat. Kalau pejabat, bolehlah kecuali kalau dia memang bener-bener punya prestasi yang luar biasa,” ujarnya.

Kemudian dia menjelaskan soal tokoh yang akan diusungnya yang bener-benar menjadi inspiratif. Selain tokoh budaya Betawi adapun menurutnya, ulama pun bisa diberi kesempatan untuk terlibat dalam acara tersebut.

“Babe Idin misalnya yang 100 hektar hutan kota dia kelola tanpa bantuan dari pemerintah. Misalnya juga tokoh-tokoh kebudayaan yang betul-betul mengangkat budaya Betawi. Tokoh masyarakat para kiai yang sudah juga bisa memberikan tokoh-tokoh agama,” sebutnya.

Tak hanya itu, Sandi menceritakan pengalamannya yang pernah membawa obor Asian Games tahun 2012 silam. Menurutnya, saat itu proses seleksi pembawa api obor cukup ketat.

“(Alasan-alasan) kenapa mesti dia (pembawa obor) dan saya bilang juga ada kemungkinan tokoh-tokoh dari yang sudah tidak di Jakarta, tapi dari luar Indonesia yang pernah berjasa bagi Jakarta gitu ya,” tutur Sandi.

Sandiaga mengatakan filosofi dari lari membawa obor Asian Games adalah untuk mempersatukan warga. Dalam acara lari tersebut nantinya juga akan digelar bazar untuk mendorong perekonomian warga.

“Filosofinya adalah kita mempererat energy of Asia ini menjadi empat sukses situs. Sukses ekonomi saya tadi bilang bazarnya harus disiapkan di tiap-tiap titik torch relay,” jelasnya.

Sebelumnya pernah diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah memerintahkan wakilnya, Sandiaga Uno untuk lari keliling Jakarta sambil membawa obor replika Asian Games 2018. Kata Sandi, itu merespons permintaan Presiden Joko Widodo untuk menggenjot demam Asian Games 2018 yang belum terasa.

“Pak Anies bilang saya yang disuruh lari dan Pak Anies akan tunggu di garis finis, sambil makan,” canda Sandi pada jumpa pers di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Sabtu 23 Juni 2018.

Meski permintaan itu terdengar bercanda, Sandi akan menyeriusinya. Ia mengaku akan menuruti permintaan Anies dengan berlari di lima kelurahan yang tersebar di lima kota administrasi DKI Jakarta, sembari membawa obor replika Asian Games 2018.

Kata Sandi, itu terinspirasi dari pengalamannya enam tahun lalu. Saat itu Sandi mendapat kesempatan sebagai pembawa obor Olimpiade 2012 di Inggris.

“Saya enam tahun lalu mengetahui ternyata di akar rumput ditunggu-tunggu kegiatan seperti ini. Bukan hanya siaran televisi atau sosmed saja, masyarakat mau melihat replika obor dari dekat,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...