Sawah di Lampung Selatan Ditebari Pupuk Dolomit

Editor: Mahadeva WS

296

LAMPUNG – Hasil panen petani di Lampung Selatan pada masa tanam Oktober-Maret lalu menurun. Hal itu dikarenakan, tingkat keasaman lahan cukup tinggi di musim penghujan lalu.

Kondisi tersebut mendorong petani untuk melakukan perbaikan kondisi tanah di lahan pertanian dengan pupuk dolomit. Ngadiuk (60), salah satu petani penanam padi di desa Ruang Tengah Kecamatan Penengahan Lampung Selatan menyebut, pada masa panen bulan April, Dia hanya mendapatkan hasil panen dua ton pada lahan setengah hektar.

Kadar keasaman tanah yang tinggi, berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Penggunaan pupuk dolomit menjadi solusi untuk menambah unsur hara magnesium dan kalsium di lahan pertanian. “Awalnya kami mengusulkan agar lahan pertanian di sawah di kaki Gunung Rajabasa ini diperbaiki kondisinya melalui penggunaan pupuk dolomit untungnya ditanggapi dengan adanya bantuan,” jelasnya, Kamis (12/7/2018).

Ngadiuk menyebut, pupuk dolomit bantuan dari Dinas Pertanian disalurkan melalui Kelompok Tani Puakhi 2. Pemberian menyesuaikan luasan lahan sawah yang dimiliki anggota kelompok. Di kelompok Puakhi 2, mendapatkan bantuan lima ton dolomit untuk 20 anggota.

Penggunaan pupuk dolomit cukup mudah, tinggal disebarkan di lahan paska pembajakan pertama. Atau disebar sebelum dilakukan penghalusan tanah atau sekitar dua pekan sebelum masa tanam. Pupuk dolomit yang berbentuk tepung bisa dipergunakan saat proses pemupukan dengan dicampurkan di pupuk ZA.

Sebelum mempergunakan Pupuk Dolomit, petani menggunakan zat kapur yang dikenal dengan labur untuk melakukan pembenahan tanah. Zat kapur berguna untuk mencegah kekurangan magnesium. “Kami mendapat pendampingan dari penyuluh pertanian dan babinsa Koramil sebagai upaya melaksanakan upaya khusus swasembada padi,” tambah Ngadiuk.

Kondisi tanah yang selama ini kerap diberi pupuk kimia, membuat tanaman kekurangan magnesium. Penggunaan pupuk nitrogen membuat pupuk menjadi masam. Pemberian dolomit diharapkan membuat tanah kembali subur dan hasil produksi pertanian padi varietas ciherang lebih baik dibandingkan masa tanam sebelumnya.

Subari (40), salah satu petani Desa Ruang Tengah menyebut, menggunakan pupuk dolomit pada pemupukan pertama. Pemupukan pertama dilakukan setelah 30 hari tanam. Pengaplikasian dilakukan bersamaan dengan pemupukan ZA. “Penebaran dolomit akan saya gunakan saat pemupukan tahap pertama dicampur pupuk ZA agar pengerjaan lebih efesien,” terang Subari.

Subari yang menanam padi Ciherang menyebut, kadar keasaman lahan sawah di wilayahnya cukup tinggi. Pada areal sekitar satu hektar, Subari mengaplikasikan dolomit 600 kilogram yang merupakan bagian dari bantuan kelompok tani.

Sawah di wilayah Desa Ruang Tengah mencapai luas sekira 500 hektar. Khusus untuk lahan yang dikelola oleh Poktan Puakhi 2, memiliki luas sekira 100 hektare lebih. Lahan sawah di kaki Gunung Rajabasa tersebut memanfaatkan irigasi alam dengan mata air yang mengalir sepanjang tahun.

Baca Juga
Lihat juga...