Sawo Durian, Buah Manis yang tak Populer

Editor: Satmoko Budi Santoso

694

LAMPUNG – Buah sawo durian memiliki nama lain sawo beludru atau sawo apel. Sebagian warga Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan menyebut dengan nama buah kenitu sesuai dengan penyebutan nama ilmiah Chrysophyllum cainito, L.

Resti (30) salah satu warga Kelawi mengungkapkan, buah tersebut memang tidak sepopuler buah lain sekelas apel, alpukat, sawo kecik yang juga tumbuh subur di wilayah perbukitan setempat.

Resti menyebut, semula sang suami menanam pohon sawo durian karena memiliki fungsi sebagai peneduh. Berbuah pada usia tiga tahun dengan buah menyerupai apel sehingga kerap dikenal juga dengan nama buah sawo apel.

Suminah memetik buah sawo durian yang diperkirakan sudah matang [Foto: Henk Widi]
Di wilayah Lampung, Resti yang sempat tinggal di daerah Tanggamus bahkan lebih sering menyebut sawo durian dengan nama sawo manila. Berbagai sebutan tersebut menyesuaikan wilayah tanaman tersebut disebut oleh masyarakat.

“Kalau di wilayah kami karena daunnya menyerupai pohon durian membuat warga kerap menyebutnya sawo durian. Meski buahnya menyerupai apel, jika sudah masak warna kecoklatan dan empuk,” terang Resti, warga Dusun Kepayang Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni, saat ditemui Cendana News, Sabtu (7/7/2018).

Awalnya, Resti menyebut, tidak mengetahui cara mengonsumsi buah tersebut karena masih terasa asing. Selain belum populer buah tersebut diakuinya jarang dijual di toko buah atau di pasar.

Resti dan sang suami kini menanam pohon sawo durian dan tidak pernah membeli buah tersebut di pasar. Berbeda dengan sawo kecik yang bisa diperam agar matang setelah dipetik, buah sawo durian harus dipetik saat kulit berwarna coklat kemerahan tanda sudah matang.

Ciri khas buah sawo durian diakui Resti berbentuk bulat seperti apel berwarna hijau, saat dibelah mengeluarkan getah putih, setelah dibersihkan muncul daging buah. Daging buah matang memiliki ciri khas warna putih bening, lembut, memiliki sari buah bahkan berair manis jika sudah matang maksimal.

Resti menyuapi anaknya dengan buah sawo durian yang sudah matang [Foto: Henk Widi]
Tekstur lembut akan terasa dan getah di bagian dalam akan berkurang saat buah matang. Di dalamnya terdapat biji menyerupai biji sawo pada umumnya berwarna cokelat muda mengkilap.

“Cara memetiknya dengan mengamati warna kulit. Jika hijau muda dan belum coklat berarti masih mentah dan matang saat warna kulitnya merah kecoklatan,” terang Resti.

Beruntung, ungkap Resti, buah yang sudah cukup tua bahkan matang akan jatuh dari pohon meski belum busuk. Mengantisipasi buah bonyok akibat terbentur tanah, Resti kerap memasang jaring di bawah pohon sawo durian agar buah terjatuh di jaring dan bisa dikonsumsi.

Anak-anak yang menyukai rasa manis buah sawo durian kerap memetik buah tersebut dengan cara memanjat dan mengenali buah matang dengan warna serta memencet buah yang sudah empuk.

Resti menyebut, meski buah tersebut tidak cukup terkenal dibanding buah apel, namun sang anak menyukainya. Sang anak bernama Rafa (3) bahkan kerap meminta sang ibu memetik buah tersebut untuk dimakan.

Buah yang sudah matang untuk disuapkan pada sang anak dipisahkan dari kulit dengan proses pembelahan. Setelah dibelah, lapisan buah pada bagian dalam bisa dikeruk dengan sendok.

“Anak kecil menyukainya, tapi bagi yang belum bisa membuka harus dibantu karena buah hanya bisa dimakan di bagian dalam,” beber Resti.

Suminah (30) warga lain yang juga menanam buah sawo durian menyebut, sejak dirinya kecil mengenal buah tersebut dengan buah kenitu. Wanita asal Lumajang Jawa Timur tersebut mengaku bahkan sempat menjadi tenaga kerja wanita di Malaysia dan mengenal buah tersebut dengan sawo durian serta pepulut.

Buah tersebut juga kerap jadi campuran untuk pembuatan es buah atau disantap dalam kondisi segar dengan rasa yang manis.

“Kalau saya suka mencampurkan dengan es buah sebagai penambah cita rasa khas kenyal dan manis,” beber Suminah.

Suminah menyebut, sebagai buah menyegarkan, uniknya buah tersebut tidak pernah laku dijual. Hal tersebut berbeda dengan buah rambutan, sawo kecik yang kerap dibeli secara borongan oleh pedagang buah.

Buah yang belum banyak dikenal orang tersebut bahkan kerap dibiarkan disantap kelelawar dan menjadi tempat anak-anak bermain sembari mencari buah tersebut.

Pada kondisi musim panas yang mulai melanda, Suminah menyebut, buah yang sudah matang nikmat dimakan saat matang. Buah kenitu yang sudah matang bahkan bisa menjadi campuran saat dirinya membuat es berbahan semangka, melon, dan sawo kecik.

Meski buah yang dihasilkan tidak cukup populer, tanaman kenitu masih menjadi buah segar yang disukai keluarganya. Pohon yang rimbun dimanfaatkan sebagai peneduh.

Baca Juga
Lihat juga...