Sejak 1987, Juhari Kembangkan Kelapa Gading di Lamsel

Editor: Koko Triarko

239
LAMPUNG — Kecintaan akan tanaman unik dan menarik sebagai hiasan mendorong, Juhari (60), warga Desa Padan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, membudidayakan Kelapa Gading (Cocos Nucifera Varietes Eburnea). Kelapa tersebut berbeda dengan jenis Kelapa Dalam (Cocos nucifera L).
Bermula dari dua bibit kelapa asal Bandung, Jawa Barat, yang ditanam sejak April 1987, Juhari mengembangkan Kelapa Gading. Saat itu, niatnya menanam Kelapa Gading untuk menjadikannya sebagai indukan. Sebab, menurutnya, Kelapa Gading merupakan salah satu jenis kelapa yang paling cepat berbuah.
Bahkan, buahnya yang lebat bisa mencapai ratusan butir dalam beberapa janjang, dan warna kuning gading dapat menjadi penghias halaman rumah yang menarik.
“Awalnya, saya membawa cikal atau bibit Kelapa Gading sebanyak dua bibit, lalu setelah tiga tahun mulai berbuah awal, dan kelapa yang sudah tua saya jadikan bibit,” terang Juhari, Rabu (11/7/2018).
Keinginan untuk memperbanyak Kelapa Gading itu juga karena Juhari memiliki lahan di kaki Gunung Rajabasa, yang sebagian di aliran sungai. Kelapa Gading itu ditanam di dekat gubuk sawah miliknya. Juhari juga menanam berbagai jenis tanaman lainnya, seperti kelapa dalam, kelapa hibrida, pinang dan tanaman bambu.
Kelapa Gading ditanam di dekat kolam ikan, aliran sungai tepat di tanggul, juga disebut Juhari membuatnya bisa memfungsikan kelapa gading untuk penahan longsor. Dataran tinggi lereng kaki Gunung Rajabasa pun membuat Kelapa Gading miliknya bisa berbuah subur.
Dalam satu janjang, kelapa gading mampu berbuah sebanyak 10 butir, dengan total sebanyak 20 janjang membuat satu batang pohon bisa berbuah hingga ratusan butir.
“Perakaran yang kuat bisa ikut mencengkeram bebatuan yang saya susun mencegah longsor, selain itu lingkungan juga terjaga dengan adanya pohon kelapa gading,” tegas Juhari.
Manfaat tanaman kelapa gading yang banyak membuat dua buah indukan kelapa miliknya sudah bisa menghasilkan ribuan benih sejak 1990. Setiap bulan, ia menyiapkan sekitar 50 bibit kelapa yang sebagian dibagikan secara gratis kepada warga.
Selain bagi tetangga di sekitar Desa Padan, laki-laki yang pernah bertugas sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pendidikan Lamsel ini juga gencar mengajak warga menanam Kelapa Gading.
Menurutnya, sejumlah sekolah dari tingkat SD hingga SMA,  menjadikan Kelapa Gading sebagai tanaman hias. Minimal dua bibit tanaman Kelapa Gading ditaman di setiap sekolah sebagai simbol gerakan Pramuka. Pohon kaya manfaat dari akar, daun, batang, hingga buah tersebut, bahkan berfungsi sebagai penghijauan.
Jarak tanam yang cukup rapat, usia tanam hingga berbuah yang singkat, ukuran pohon pendek membuat banyak warga tertarik menanam pohon Kelapa Gading.
“Waktu itu, saya sempat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, saat Presiden Soeharto menetapkan program KB. Warga diwajibkan menanam kelapa,” tegasnya.
Dampaknya, hampir di setiap rumah di wilayah Desa Padan mulai menanam Kelapa Gading. Berfungsi sebagai perindang, menjaga lingkungan dari longsor, buah lebat kelapa juga cukup membantu secara ekonomi.
Selama puluhan tahun, istri Juhari juga tidak pernah membeli kelapa untuk bumbu dapur. Saat kelapa sudah mulai tua, bisa dipakai sebagai bumbu, sebagian dijual ke pembuat lontong sayur yang memilih Kelapa Gading sebagai santan. Harga Kelapa Gading per butir mencapai Rp4.000, memberi tambahan penghasilan baginya.
Juhari yang menanam Kelapa Gading di kebun, di pekarangan dan memperbanyak bibit, mengaku banyak warga yang meminta bibit kepadanya hingga kini sudah mencapai ribuan. Sebab, sebagian ada yang memesan bibit (cikal) dalam jumlah ratusan bibit untuk ditanam di perkebunan.
Dari tahun ke tahun, ia memastikan sudah ribuan bibit Kelapa Gading dibuatnya. Meski dirinya kerap menggratiskan bibit tersebut, namun sebagian warga memberinya uang pengganti untuk pemeliharaan bibit, terutama yang akan dikomersilkan.
Sebagian bibit yang sudah diminta warga lain, bahkan dikembangkan lagi hingga menyebar ke kecamatan lain di Lampung Selatan.
Sugeng Hariyono (35), salah satu warga yang tertarik memelihara Kelapa Gading, mengaku diberi sepasang bibit. Tanaman yang memiliki kulit kuning cerah tersebut akan ditanam saat mulai musim hujan.
Bibit dengan empat helai daun tersebut akan ditanam di pekarangan miliknya sebagai tanaman peneduh dan tanaman hias. Kebutuhan akan santan kelapa untuk bumbu dapur yang lebih mudah, juga menjadi alasanya dirinya memilih Kelapa Gading.
“Saya sudah menanam kelapa biasa yang berbuah setelah usia lebih dari enam tahun, namun Kelapa Gading bisa berbuah setelah tiga tahun,” terang Sugeng.
Menurutnya, penanaman Kelapa Gading juga tidak mengganggu kabel listrik di depan pekarangan rumah.
Keberadaan pohon Kelapa Gading yang ditanam di pekarangan milik Juhari, dengan jumlah belasan bahkan menjadi penambah estetika sekaligus bernilai ekonomis.
Menanam pohon Kelapa Gading sekaligus menjaga lingkungan rumah tetap asri, sekaligus menghemat pengeluaran untuk membeli bumbu dapur.
Baca Juga
Peroleh Keuntungan Berlipat, Petani Gunakan Sistem... LAMPUNG - Keberadaan hamparan sawah di kaki Gunung Rajabasa Lampung Selatan dimanfaatkan sejumlah petani untuk menanam padi sawah. Sunanti (42) sa...
Kebutuhan Sayur Organik di Masyarakat Tinggi LAMPUNG – Kebutuhan tinggi di masyarakat, membuat budi daya sayur segar terus dikembangkan petani di Lampung Selatan. Salah satunya, sentra budi daya ...
Akar Wangi, Tanaman Kaya Manfaat LAMPUNG - Sejumlah warga di wilayah Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, dan Desa Totoharjo di Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, mulai memanfa...
Ormas di Mesuji Gelar Aksi HTN MESUJI - Persatuan Petani Moromoro Way Serdang (PPMWS)-Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Ranting Moromoro, melakukan aksi peringatan Hari Tani Na...
Mulai Turun Hujan, Petani di Lampung Sumringah LAMPUNG – Wilayah Lampung mulai dilanda hujan, dengan intensitas sedang hingga lebat, dalam tiga hari terakhir. Kondisi tersebut menguntungkan petani ...
Kelapa ODSK Lobu, Tingkatkan Kesejahteraan Petani MANADO - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, mengajak petani kelapa di daerah itu, menanam varitas unggul dengan tingkat produktivitas ...
Petani Lamsel Beralih Tanam Sayur Akibat Irigasi M... LAMPUNG – Akibat musim kemarau yang menyebabkan saluran irigasi permanen dari Sungai Way Jejur di Dusun Buring, Sukabaru, Penengahan Lampung Selatan, ...