Sejumlah Pihak Terjaring OTT Aceh Langsung Diperiksa KPK

Editor: Makmun Hidayat

190

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sejumlah orang di wilayah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Sedikitnya ada 10 orang yang terjaring OTT petugas KPK, diduga mereka terlibat dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, mengatakan OTT KPK berhasil mengamankan dan menangkap 10 orang, 2 orang diantaranya merupakan kepala daerah atau pejabat penyelenggara negara, sedangkan sisanya berasal dari pihak yang bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Menurut Febri hingga malam ini pemeriksaan terhadap sejumlah pihak masih terus berlangsung di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) di Kota Banda Aceh, Provinsi NAD. Febri juga menjelaskan bahwa saat menggelar kegiatan OTT, petugas KPK dilaporkan berhasil menemukan dan menyita uang senilai ratusan juta rupiah.

“Uang ratusan juta tersebut diduga merupakan bagian dari kesepakatan atau realisasi commitment fee yang diduga telah dijanjikan sebelumnya, saat ini KPK masih menelusuri terkait penemuan uang tersebut,” kata Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Selasa malam (3/7/2018).

Berdasarkan informasi yang diterima wartawan, 2 orang oknum kepala daerah yang ikut terjaring OTT KPK tersebut masing-masing adalah Irwandi Yusuf, Gubenur Provinsi NAD, dan Ahmadi, Bupati Bener Meriah.

KPK menduga bahwa kasus korupsi tersebut berkaitan dengan kesepakatan atau transaksi masing-masing antara gubernur dalam hal ini mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) dengan bupati mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Tempat Kejadian Perkara (TKP) OTT KPK tersebut dilakukan di komplek Rumah Dinas Gubernur Provinsi NAD. Hingga saat ini belum ada informasi tambahan dari pihak KPK terkait perkembangan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang ikut terjaring OTT KPK di Aceh.

Baca Juga
Lihat juga...