Sensasi Pedas Ayam Goreng Kalasan Pengobat Rindu

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

214

LAMPUNG — Di jaman now, untuk mengobati kerinduan dengan kuliner tidak harus pulang kampung. Karena adanya perpindahan penduduk yang sudah sejak lama, termasuk transmigrasi, ikut membawa kebudayaan hingga masakan khas daerah asal.

Seperi halnya di Lampung Selatan, yang menjadi salah satu tujuan daerah transmigrasi di era Pak Harto. Kuliner dari berbagai daerah pun dapat dengan mudah ditemui, seperi ayam goreng Kalasan khas Yogyakarta.

Salah satu kafe di Bakauheni yang lokasinya tidak jauh dari pelabuhan menyediakan menu tersebut, tepatnya di Kafe Kedas KM 03. Kelezatan ayam goreng kalasan dengan rasa manis pada bumbu dan ayam goreng yang sudah dibumbui mengobati lidah akan masakan Yogyakarta.

Ida Ayu Kartika, salah satu pengurus kafe menyebutkan, cita rasa ayam kalasan menyesuaikan ciri khas resep masakan dari Yogyakarta dengan dua pilihan, ayam kampung atau ayam potong.

Ida Ayu membeberkan, dalam pembuatannya cukup sederhana. Bahan utama yakni ayam kampung atau ayam potong yang dipotong empat atau delapan. Beberapa bumbu utama seperti lengkuas yang sudah dimemarkan, air kelapa untuk merebus daging ayam, batang serai, gula pasir, daun salam, kecap manis, bawang putih, bawang merah, kunyit, ketumbar dan minyak goreng. 

“Semua bumbu yang tersedia dihaluskan agar tercampur sempurna,” terang Ida Ayu Kartika.

Proses perebusan daging menggunakan air kelapa dalam sebuah panci. Daging ayam dimasukkan bersama lengkuas yang dimemarkan, batang serai,
daun salam hingga matang. Bumbu tambahan dimasukkan berupa kecap manis, gula pasir, garam dapur hingga tercampur dan meresap ke dalam daging hingga empuk.

Proses selanjutnya diakui Ida Ayu Kartika, ayam ditiriskan dan siap digoreng atau dibakar. Bumbu pelengkap berupa sambal dapat disiapkan saat ada pesanan.

Bahan sambal ayam kalasan di antaranya cabai merah rawit, bawang merah, bawang putih, tomat merah segar, garam dapur, gula pasir.

Ida Ayu Kartika
Ida Ayu Kartika, salah satu karyawan di Kedas Kafe menyiapkan hidangan kuliner ayam goreng kalasan untuk pelanggan [Foto: Henk Widi]
Semua bahan tersebut harus digoreng termasuk tomat dengan posisi ditutupi agar tidak meletup. Setelah cukup matang semua bahan diuleg hingga halus dan diberi penyedap rasa garam serta gula pasir.

Cita rasa sambal bisa disesuaikan dengan permintaan pelanggan dari level pedas sedang hingga level super pedas dengan menambahkan cabai. Sebab diakuinya cita rasa khas masakan Yogyakarta yang manis kerap ingin dipadukan dengan lidah orang Sumatera penyuka pedas.

“Biasanya pelanggan ada yang minta cabai ditambah dari delapan menjadi dua belas atau lebih jadi kita tawarkan untuk penyuka pedas,” papar Ida Ayu Kartika.

Penyajian menu ayam goreng kalasan diakui Ida Ayu Kartika dilakukan dengan cara tradisional menggunakan piring lidi. Pada piring anyaman lidi diberi alas kertas nasi dan ayam goreng kalasan disajikan bersama sambal, nasi lengkap dengan lalapan mentimun, kemangi dan sayur asam dari daun melinjo, kacang dan jagung manis.

Hendro Setiawan, salah satu warga Lampung Selatan yang berasal dari Yogyakarta menyebutkan, sebagai salah satu pekerja di proyek strategis Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ia kerap rindu dengan makanan daerah asalnya.

“Saya dapat rekomendasi dari teman, beruntung saya bisa peroleh mengobati kerinduan akan masakan khas Yogyakarta,” terang Hendro Setiawan.

Hendro menyebut ayam goreng kalasan yang sudah disantap memiliki rasa yang tidak kalah nikmat dibandingkan sajian di tempat aslinya.

“Cir khas ayam kalasan dibandingkan kuliner lain dari proses pemasakan ayam direbus dengan air kelapa sehingga daging ayam terasa manis,” beber Hendro.

Baca Juga
Lihat juga...