Seribu Penegak Pramuka Wujudkan ‘Kampung Kelir’ di Malang

Editor: Koko Triarko

538
MALANG – Seribu Penegak anggota Pramuka se-Malang Raya mengadakan kegiatan bakti sosial dengan ‘menyulap’ rumah warga Kampung Muharto menjadi Kampung Kelir Kota Malang.
Ketua Pelaksana, Beni Syahputra, menjelaskan, Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2018, merupakan kegiatan bakti masyarakat yang dilakukan oleh adik-adik Penegak Pramuka yang merupakan siswa-siswi SMK dan SMA seMalang Raya.
“Para Penegak ini  melakukan bakti pengecatan di Kampung Muharto, meliputi wilayah RT 1, 2 dan 3 yang ada di RW 06, dengan total rumah yang akan dicat sebanyak 130 unit,” jelasnya, Senin (9/7/2018).
Ketua Pelaksana, Beni Syahputra. -Foto: Agus Nurchaliq
Menurutnya, tujuan dilakukannya pengecatan adalah untuk mengubah kampung yang semula agak kumuh menjadi lebih bersih. Dengan demikian, akan tumbuh rasa peduli masyarakat terhadap lingkungan.
“Selain itu, akan menumbuhkan rasa gotong royong antarpeserta,” ujarnya.
Para peserta nantinya selama empat hari tiga malam, akan menginap di rumah-rumah warga. Dengan begitu, harapannya para siswa Penegak ini bisa lebih mengerti nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Karena salah satu tugas dari Penegak itu adalah untuk ikut serta dalam membangun masyarakat.
“Jadi, di sini mereka bisa merasakan langsung bagaimana bersosialisasi dengan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dikatakan Beni, selain kegiatan mengecat rumah warga, juga ada kegiatan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat dari Dinas Kesehatan Kota Malang dan BPOM Jawa Timur.
Ketua RW 06, Kampung Muharto, M Tamin. -Foto: Agus Nurchaliq
“Para ketua tim peserta diberikan materi untuk kemudian mereka sampaikan kepada warga,” terangnya.
Kemudian ada kegiatan cerdas cermat yang diikuti peserta dengan sistem gugur. Nantinya akan dipilih pemenang putra dan putri yang akan diikut-lombakan di Thailand.
Sementara itu, Ketua RW 06, M. Tamin, menyambut positif kegiatan yang mengikutsertakan ratusan anggota Penegak Pramuka tersebut. Menurutnya, dengan adanya kegiatan bakti pengecatan tersebut, bisa menjadikan Kampung Muharto menjadi bersih dan berwarna.
“Sebelumnya, lingkungan wilayah Muharto memang termasuk salah satu daerah padat, kumuh dan miskin. Untuk itu, kami berharap dengan adanya kegiatan ini bisa menjadikan Muharto sebagai tempat wisata, ada pemasukan tambahan bagi warga, sehingga mampu mengangkat perekonomian warga,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...