Sikka Luncurkan Silabus Mulok PRB

Editor: Mahadeva WS

342

MAUMERE – Silabus Muatan Lokal (Mulok) berbasis Pengurangan Resiko Bencana (PRB) penting diberikan kepada para pelajar Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sikka sejak dini. Hal itu dikarenakan, Sikka menjadi salah satu daerah yang rawan dengan bencana.

Wakil bupati Sikka Drs.Paolus Nong Susar – Foto : Ebed de Rosary

“Silabus Mulok PRB sangat penting untuk meningkatkan kesadaran, mempersiapkan serta meningkatkan kemampuan para siwa-siswi menghadapi bencana mengingat Pulau Flores merupakan daerah yang masuk kawasan aktif terjadinya letusan gunung berapi, gempa bumi tektonik dan tsunami,” sebut Wakil Bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar, Senin (2/7/2018).

Pemberian pendidikan PRB penting dilakukan, sebagai upaya meningkatkan kesadaran, mempersiapkan serta meningkatkan kemampuan generasi muda menghadapi bencana.

Di Kabupaten Sikka, juga sering terjadi letusan gunung api. Bahkan pernah terjadi gempa dan tsunami di 1992 silam. “Bencana bukanlah kutukan Tuhan, tetapi lebih karena Pulau Flores ini teranugerahi berada di lempengan bumi yang bergerak. Berada pada tepian dua lempeng yang saling bertumbukan, maka gunung-gunung di Flores adalah gunung api aktif dan merupakan wilayah dengan aktifitas gempa dan tsunami cukup tinggi,” tambahnya.

Menghadapi kondisi tersebut, warga perlu memiliki paradigma dan pemahaman, bahwa kita tidak bisa lari dari kondisi alam tersebut. Masyarakat bisa dihadapi dengan cara mengelola bencana. Hal tersebut penting untuk mengurangi risiko dan terhindar dari bencana.

“Karena itu, silabus yang sudah dibuat dan diluncurkan ini sangat penting. Masih ada kekurangan di sana-sini itu tidak masalah. Ini akan berguna sebagai dokumen pengetahuan untuk kita teruskan kepada anak-anak kita,” tambah Paulus.

Kordinator Program Sekolah Aman Yayasan Flores Sejahtera (Sanres) Rosa Mistika menjelaskan, program sekolah aman dari bencana telah berjalan enam tahun. Keberadaanya sejak 2012 merupakan hasil kerja sama antara Sanres, Plan Internasional Sikka dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka.

“Kerja sama antara Sanres, Plan Internasional dan dinas PKO Sikka telah membuahkan hasil disusunnya silabus Muatan Lokal (Mulok) Pengurangan Resiko Bencana (PUR).  Juga ada tim yang menyusun kurikulum muatan lokal ini agar bisa diterapakan di sekolah,” terangnya.

Silabus Mulok sudah diselesaikan dan diluncurkan pada Sabtu (30/6/2018). Direncanakan, di tahun ajaran baru ini akan diterapkan di 345 SD atau Madrasah yang tersebar di Kabupaten Sikka. “Tentunya kurikulum silabus Mulok yang sudah dihasilkan tersebut mungkin saja ada kekurangan dalam penerapannya, sehingga kami membutuhkan masukan dari berbagai pihak agar bisa dilakukan berbagai penyempurnaan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...