Siswa SMATER Raih Beasiswa Asia Kakehashi Project ke Jepang

Editor: Mahadeva WS

482

MAUMERE – Kabar gembira kembali menyelimuti keluarga besar SMAK Frateran Maumere (SMATER) Maumere, NTT. Salah satu siswa dari lembaga pendidikan tersebut lolos mengikuti pertukaran pelajar melalui program bina antarbudaya ke mancanegara.

“Kali ini yang mendapat kesempatan emas itu adalah Patricia Mutiara Tresna Putri. Gadis kelahiran Ende yang juga adalah siswi semester V di Program Studi MIPA,” sebut Kepala SMATER  Maumere Frater M. Polikarpus, BHK,SE,M.Pd, Kamis (19/7/2018).

Tiara lolos seleksi program pertukaran pelajar melalui beasiswa Asia Kakehashi Project bersama Bina Antarbudaya ke Negeri Sakura Jepang. “Melalui suatu proses seleksi yang sangat ketat, akhirnya pelajar yang murah senyum ini boleh berbangga  karena mimpinya untuk ke negeri Sakura Jepang akan jadi kenyataan,” tuturnya.

Siswi SMATER tersebut akan mengikuti program pertukaran pelajar selama enam bulan. Dia akan berangkat bersama 14 siswa-siswi terbaik dari Indonesia sebagai peserta Kakehashi. Mereka akan belajar di salah satu SMA di Jepang sambil mempelajari juga budaya Jepang. Adapun rencananya, Tiara berangkat ke Jepang pada 21 Agustus 2018.

Kepala sekolah SMAK Frateran (SMATER) Maumere, Frater M. Polikarpus, BHK,SE,M.Pd. Foto : Ebed de Rosary

“Ini sebuah prestasi yang kembali ditorehkan siswa-siswi SMATER Maumere dan mengharumkan nama sekolah dan daerah,” tambah Frater Poli.

Sebelum menuju ke Negeri Sakura, siswi yang pernah mengikuti OSN dan selalu meraih prestasi akademik tersebut, wajib mengikuti beberapa tahap persiapan akhir. Tiara harus mengikuti pra orientasi atau lapor diri dan briefing serta orientasi pra program. Kegiatan tersebut akan berlangsung dari 30 Juli sampai 5 Agustus 2018 di Jakarta. Selajutnya, di 21 Agustus 2018, Dia akan menuju ke Jepang.

Tiara, gadis kelahiran Ende, 10 Maret 2001 tersebut mengatakan, seleksi untuk program pertukaran pelajar yang diikutinya super ketat. Prosesnya memakan waktu hampir satu tahun. Dirinya mengikuti tes mulai April 2017 lalu.

“Cukup menguras tenaga dan pikiran karena harus melewati berbagai tahapan seleksi. Mulai dari seleksi akademik, kemampuan bahasa inggris, penulisan essay, interview bahasa inggris, interview kepribadian, seleksi di tingkat chapter, seleksi di tingkat nasional, serta tes kesehatan,” terangnya.

Namun akhirnya, mimpi untuk mengelilingi dunia sambil belajar terkabulkan dan menjadi kenyataan. Jepang merupakan salah satu negara favorit dan idaman yang diimpikannya. “Puji Tuhan, selama enam bulan di negeri Sakura nanti, saya akan menggunakan waktu sebaik-baiknya. Saya akan punya banyak teman di sana dan akan berusaha banyak belajar terutama tentang budaya, Jepang,” jelas gadis yang cukup fasih berbahasa Jepang tersebut.

Buah hati pasangan  Almarhum Urbanus Wangge dan Yudith Gabriela Ngura tersebut mengatakan, selama enam bulan di Jepang Dirinya juga diminta untuk mempresentasikan Indonesia. “Dengan bangga, tentunya saya juga akan promosikan pariwisata dan budaya yang ada di Nian Sikka, Ende, Flores dan juga NTT. Tak lupa pula sekolahku tercinta, SMAK Frateran Maumere,” tuturnya.

Tiara bisa mengetahui bahasa Jepang karena bersekolah di SMATER. Dan jasa itu akan selalu diingat ketika berada di Jepang, melalui SMATER Dirinya meraih prestasi yang disebutnya terindah tersebut. “Kepada Frater kepala sekolah, bapak dan ibu guru, terima kasih untuk doa dan suportnya. Kepada adik-adik yang mempunyai mimpi yang sama seperti saya, yakni ingin mengelilingi dunia sambil belajar, tetap terus berjuang dan jangan pernah putus asa,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...