Solo Peroleh Predikat Universal Health Converage

Editor: Mahadeva WS

201

SOLO – Upaya Pemerintah Kota Solo, memberikan layanan kesehatan bagi masyarakatnya patut diancungi jempol. Komitmen Pemkot Solo untuk menyehatkan masyarakatnya tidak tanggung-tanggung. Jumat (27/7/2018), Pemkot Solo memperoleh predikat Universal Helath Converage (UHC). 

Peluncuran Solo sebagai UHC dilakukan secara resmi di Pendapi Gedhe Balaikota Solo. UHC merupakan predikat yang cukup fantastis, karena sebuah pemerintahan daerah mampu memberikan jaminan kesehatan lebih dari 95 persen penduduknya. Prestasi di bidang kesehatan ini tak lepas dari kerja keras pemerintah dengan instansi terkait sejak 2008 silam.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo – Foto Harun Alrosid

“Sebenarnya untuk memperoleh UHC ini kita memang kerja keras. Sejak 2008 silam, saat itu belum ada KIS dan BPJS. Kita dulu menggunakan PKMS (Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta) silver maupun Gold. Kita bersyukur saat ini sudah bisa memberikan layanan kesehatan yang cukup memadai bagi penduduk Solo,” kata Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo seusai peluncuran UHC di Balaikota Solo, Jumat (27/7/2018).

Peluncuran UHC akan diikuti dengan pemaksimalan pelayanan kesehatan. Salah satunya dengan membuka dan memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang belum tercover oleh JKN KIS maupun BPJS. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi masyarakat yang selama ini masuk kategori rentan miskin.

“Mungkin saat didata itu ada warga yang masih bekerja di pabrik, terus sekarang sudah kena PHK. Atau warga yang memang sudah bekerja hanya cukup untuk menghidupi keluarga saja, sementara untuk pendidikan dan kesehatan masih kurang. Nah inilah yang masuk katagori rentan miskin. Maka kita akan berikan jaminan kesehatan,” terang Walikota yang akrab disapa Rudy tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih menambahkan, predikat UHC diberikan karena, per Juli 2018 Solo telah menjaminan kesehatan bagi 95,54 persen penduduknya. Jaminan kesehatan yang diberikan meliputi 119.661 peserta dari JKN KIS yang berasal dari APBD Solo, sebanyak 1.704 peserta dari APBD Jateng, dan sebanyak 159.288 peserta dari APBN.

“Untuk kembali meningkatkan kembali layanan jaminan kesehatan kita juga ada pengawasan khusus. Yakni mereka yang belum tercover dalam JKN dapat mengajukan ke Pemkot. Dengan syarat rujukan dari rumah sakit bilamana sudah dalam proses pengobatan dari rumah sakit,” imbuhnya.

Guna mendukung dan mensukseskan predikat UHC bagi Solo, pemkot juga meningkatkan layanan kesehatan. Diantaranya layanan kesehatan gratis di Puskesmas, cek laboratorium gratis meliputi, pemeriksaan kadar gula, kolesterol total, trigliserida, SGPT, SGOT, urenium, kreatinin dan asam urat. Serta peningkatan layanan untuk penyakit membahayakan.

“Dengan predikat UHC atau Jaminan Kesehatan Semesta ini, Solo berkomitmen untuk memastikan semua masyarakat mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus mengalami kesulitan pembayaran,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...