Sport Climbing Kantongi Modal Penting Hadapi Asian Games 2018

Editor: Koko Triarko

165
Rajiah Salsabillah, atlet Pelatnas Sport Climbing unjuk kemampuan di Piala Wali Kota Surabaya. Atlet Pelatnas mengantongi modal penting sebelum Asian Games 2018 dimulai. -Foto: fpti.or.id/ Sodik
JAKARTA – Modal penting dikantongi atlet pemusatan latihan nasional sport climbing yang akan berlaga di Asian Games 2018. Tampil di Piala Wali Kota Surabaya, punggawa Pelatnas menyapu bersih medali speed world record, pekan lalu.
Menurut pelatih Speed World Record Indonesia, Hendra Basir, ada 16 atlet, masing-masing delapan atlet putra dan delapan atlet putri, yang diturunkan pada iven tersebut. Di nomor speed world record putri, peringkat satu diduduki Rajiah Salsabillah dengan catatan waktu 8.12 detik.
Di final, Rajiah melawan Aries Susanti Rahayu yang mencatatkan waktu 8.14 detik. Tempat ketiga diduduki Agustina Sari, disusul Fitriyani dan Widiya Fujiyanti.
Atlet pelatnas lainnya menempati peringkat tujuh, delapan, sembilan, 11, dan 16 secara berturut-turut, yakni Santi Wellyanti, Nurul Iqamah, Mudji Mulyani, Ndona Nasugian, dan Puji Lestari.
Sedangkan di nomor putra, peringkat satu sampai lima juga diduduki atlet Pelatnas Sport Climbing. Yakni, Sabri, Rindi Sufriyanto, Muhammad Hinayah, Abudzar Yulianto, dan Alfian Muhammad Fajri.
Atlet pelatnas lainnya menduduki peringkat tujuh, sembilan, 10, 11, dan 15. Mereka yakni Aspar Jaelolo, Pangeran Septo Wibowo Siburian, Kiromal Katibin, Veddriq Leonardo, dan Seto.
Hendra Basir menjelaskan, Piala Wali Kota Surabaya merupakan bagian dari persiapan tahap dua dari periodisasi latihan selama 2018. Keikutsertaan atlet Pelatnas adalah bagian dari pemanasan akhir menjelang Asian Games 2018.
“Konsepnya seperti training in competition, karena merupakan rangkaian agenda dari mulai kita TC sembilan hari di Palembang dan diakhiri dengan mengikuti kompetisi nasional,” kata Hendra, seperti dilansir FPTI.
Hendra mengungkapkan, goal yang disusun pelatih adalah bagaimana atlet-atlet pelatnas mampu mengatasi dinamika yang terjadi. Atlet dikondisikan menghadapi situasi wajib menang, sedangkan fokus yang sudah tertanam di pikiran semenjak pelatnas dimulai adalah juara Asian Games.
“Dinamika ini yang kita ciptakan,” terangnya.
Soal performa, Hendra mengklaim kondisi atlet belum pada kondisi puncak. “Tim pelatih tidak menurunkan volume dan intesitas latihan selama di Palembang. Nah, kondisi ini juga yang menjadikan tuntutan psikologis lebih besar,” paparnya.
Pelatih Kepala Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Caly Setiawan mengatakan, try in sangat diperlukan para atlet, agar memiliki jam terbang yang lebih tinggi dan semakin bagus. “Secara kompetisi, skala nasional tidak akan seberat skala internasional,” katanya.
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.