Suhu Dingin hingga Agustus, Warga Diimbau Jaga Kesehatan

168
BMKG, ilustrasi -Dok: CDN
YOGYAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta, menyebutkan suhu udara di kota ini beberapa hari terakhir mencapai titik terendah 18 derajat Celcius.
“Suhu udara terendah, khususnya malam hari, dalam beberapa hari ini berkisar 18-20 derajat Celcius,” kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiono, di Yogyakarta, Jumat (20/7/2018).
Dia mengatakan, untuk wilayah dataran tinggi, seperti di kawasan Gunung Merapi, suhu udara bisa lebih rendah dari 18 derajat Celsius.
Suhu udara dingin tersebut, menurut dia, merupakan hal yang wajar sebagai salah satu karekteristik dari musim kemarau.
Berdasarkan catatan BMKG Yogyakarta, kandungan uap air dalam udara (kelembaban) di Yogyakarta saat ini, rendah.
Uap air mempunyai sifat dapat menyerap radiasi atau panas yang berasal dari bumi, sehingga bisa menghangatkan suhu bumi.
“Dengan rendahnya uap air dalam udara, maka radiasi dari bumi langsung ke luar menuju atmosfer tanpa ada yang menyerap. Kondisi inilah yang menyebabkan suhu udara di sekitar bumi menjadi cepat dingin,” kata dia.
Ia memperkirakan, suhu udara yang terasa dingin, khususnya pada malam dan pagi hari tersebut, masih akan berlangsung selama periode musim kemarau.
Ada pun puncak musim kemarau di Yogyakarta, kata dia, diperkirakan terjadi pada Agustus 2018. “Sehingga udara dingin ini masih akan berlangsung di DIY,” kata dia.
Karena, ia mengimbau masyarakat selalu menjaga kesehatan serta mengurangi aktivitas pada malam hari. “Banyak minum air putih yang cukup karena udara dingin dan kering,” katanya. (Ant)
Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.