Sup Konro Makassar yang Menggoda Lidah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

219

LAMPUNG — Sup Konro, sebuah makanan khas Makassar Sulawesi Selatan ternyata juga dapat dinikmati di Lampung Selatan. Hal tersebut tidak terlepas dari tetap dilestarikannya kuliner daerah asal meski sudah berpindah ke daerah lain.

Rika Agustin (48) pemilik warung kuliner “Masak Dadakan” mendapatkan resep Sup Konro dari warisan keluarganya yang berasal dari Makassar. Berbekal dari kemampuannya meracik bumbu serta permintaan yang cukup banyak menjadi alasan untuk membuka usaha tersebut.

Sup Konro, jelas Rika, merupakan sup iga sapi –terkadang memakai daging dan tulang sapi sebagai pengganti– yang dicampur dengan rempah-rempah. Kuliner ini biasanya disantap dengan buras atau lontong khas Makassar yang muncul saat hari istimewa.

Berjualan di Jalan Lintas Timur KM 03 Muara Piluk Bakauheni Lampung Selatan,  Bersama pedagang lain yang berjualan dengan konsep pujasera.

Wanita yang kerap dipanggil Daeng Rika oleh pelanggannya membeberkan, kunci kenikmatan sup konro berasal dari kaldunya yang terasa di lidah. Menghasilkan kaldu yang pas, bagian tulang sapi dan terkadang lemak direbus dalam dandang khusus.

Sup Konro
Rika Agustin menghidangkan pesanan sup konro yang diminta oleh pelanggan [Foto: Henk Widi]
Kaldu tersebut akan dicurahkan dalam daging yang menempel pada tulang iga sapi bahan sup. Kuah yang gurih akan lebih nikmat saat ditambah dengan perasan jeruk nipis yang segar.

Bahan utama sup konro yakni iga sapi dengan kondisi daging masih melekat. Bahan juga bisa dicampur dengan tulang dan daging sapi yang dipotong potong sesuai selera.

Setelah bahan utama disiapkan, bumbu halus disiapkan berupa keluwak, merica, kemiri, pala, ketumbar, kunyit, bawang merah, bawang putih, serai, jahe, jinten dan minyak untuk menumis. Semua bumbu dihaluskan dengan cara diuleg menggunakan cobek batu untuk dicampurkan pada tulang dan daging sapi yang direbus.

Bumbu tambahan yang disiapkan di antaranya asam jawa, lengkuas, daun salam, kaldu bubuk ,garam, gula pasir, bawang merah, bawang goreng, cengkih, kapulaga, kayu manis, daun bawang.

Semua jenis bumbu tersebut dicampurkan selama perebusan daging dan tulang sapi agar meresap. Pemberian bumbu rempah yang beragam asli Indonesia membuat sup konro juga memiliki khasiat untuk menjaga stamina.

“Tulang iga dan daging yang direbus dengan air biasa, setelah daging dan tulang cukup empuk air rebusan diganti dengan air hangat untuk selanjutnya menjadi kuah kaldu,” beber Rika saat berbincang dengan Cendana News.

Tulang iga dan daging sapi yang sudah empuk selanjutnya diberi berbagai bumbu uang disiapkan dengan cara penumisan hingga harum. Berbagai bumbu selanjutnya dimasukkan dalam dandang berisi tulang, daging sapi yang direbus.

Berbagai tambahan bumbu untuk penyedap dimasukkan ke dalam tulang iga di antaranya kayu manis, cengkih, kapulaga, garam sembari didicipi hingga rasa yang diinginkan pas. Sup konro siap disajikan setelah didinginkan atau disajikan dalam kondisi hangat.

Hendra (40) salah satu penyuka sup konro menyebut kuah gurih dan menyegarkan menjadi alasan ia menyukai masakan khas Makassar tersebut. Satu pors yang dibelinya dengan harga Rp30.000 di warung dadakan Daeng Rika Agustin bisa mengobati rasa lapar. Rasa menggoda paling cocok saat cuaca dingin atau sebagai menu makan siang. Rasa gurih dari kuah kaldu dan daging sapi disebutnya membuat ia sering memesan sup konro.

“Saya suka kuahnya karena dengan kuahnya saja saya bisa habis satu piring nasi selanjutnya daging empuk menempel pada iga sapi bisa diteteli dengan tangan,”papar Hendra.

 

Baca Juga
Lihat juga...