Surut Terjauh Untungkan Warga Sekitar Pantai Lamsel

Editor: Satmoko Budi Santoso

223

LAMPUNG – Musim surut terjauh air laut di perairan pantai Rajabasa dan Kalianda Lampung Selatan beri keuntungan bagi masyarakat sekitar pantai.

Hendra (30) salah satu nelayan di pantai Belebuk Karangindah desa Totoharjo kecamatan Bakauheni menyebut, surut terjauh membuat dirinya bisa mencari kerang, rumput laut dan berburu ikan karang. Berbagai jenis makanan yang bisa diperoleh dengan mudah dari laut di antaranya teripang, ikan kerapu, cumi cumi serta gurita.

Teknik mencari ikan saat air laut surut bisa dilakukan semenjak dua pekan terakhir. Pada saat pagi dan siang hari laut bisa surut sejauh ratusan meter dibandingkan hari biasa. Sebagian warga bahkan leluasa menangkap ikan dengan mengandalkan jaring, tombak serta bubu tepi pantai.

Sebagian perempuan di pantai Belebuk memanfaatkan air laut surut mencari kerang,lumai untuk dijual dan dikonsumsi [Foto: Henk Widi]
Hal tersebut diakuinya tidak bisa dilakukan beberapa bulan sebelumnya saat laut dalam kondisi pasang oleh gelombang tinggi.

Menggunakan karung, serokan kawat, pancing, Hendra dan kawan-kawannya mencari kerang jenis kima serta kerang bulu. Selain dirinya sebagian warga bahkan memanfaatkan air surut laut untuk mencari lumai atau anggur laut untuk dikonsumsi. Sebagian mencari rumput laut jenis cottoni yang terbawa arus dari lokasi budidaya rumput laut bahan agar-agar tersebut.

“Kami kerap memanfaatkan surut terjauh untuk mencari berbagai jenis hewan laut yang bisa dikonsumsi secara ramai ramai, apalagi hari libur anak-anak ikut mencari kerang karena tidak takut ombak,” terang Hendra, salah satu warga desa Totoharjo, saat ditemui Cendana News di pantai Belebuk, Minggu (8/7/2018).

Solihin salah satu nelayan menyiapkan perahu untuk mengantarkan wisatawan menikmati keindahan pulau Sekepol [Foto: Henk Widi]
Kondisi air surut bisa berlangsung dari pagi dan puncaknya saat siang hari. Jelang sore dengan kondisi saat ini masih terang bulan membuat air pasang naik ke wilayah pantai yang surut.

Sejumlah cekungan kerap menjadi lokasi bersembunyi ikan sehingga cukup menggunakan serok dirinya bisa menangkap ikan yang bisa dikonsumsi. Pengguna jaring tepi seperti dirinya bahkan bisa memperoleh ikan selar, kerapu di dekat perairan dangkal.

Berbeda dengan Hendra, salah satu nelayan bernama Solihin yang berprofesi sebagai nelayan tangkap justru alih profesi. Kondisi air surut yang memudahkan wisatawan bermain ke Pulau Sekepol di dekat pantai Belebuk membuat ia kerap menyewakan perahu.

Penyewaan perahu saat kondisi air surut memudahkan dirinya karena beberapa spot di dekat pulau sekepol bisa digunakan untuk menyelam, snorkeling atau sekedar bermain di tepi pantai pulau Sekepol.

Sebagian hasil tangkapan teri dari bagan apung di wilayah Bakauheni [Foto: Henk Widi]
“Ombak yang tenang dan air yang jernih membuat pecinta fotografi bawah air bisa melihat keindahan biota pantai saat air surut,” terang Solihin.

Solihin menyebut, menyewakan perahu saat musim liburan dengan tarif Rp20.000 per orang. Wisatawan yang berniat naik perahu diakuinya semakin banyak selama dua pekan terakhir saat air pantai surut.

Selain permukaan air yang dangkal dan ombak tenang berimbas sebagian wisatawan yang semula takut naik perahu berani menyeberang ke pulau Sekepol. Sehari dirinya bisa mendapat hasil Rp250 ribu hingga Rp300 ribu menyeberangkan puluhan wisatawan.

Bagi kaum perempuan di sekitar pesisir pantai, pasang surut air laut juga menjadi kesempatan mencari lumai. Lumai atau anggur laut yang merupakan jenis rumput laut bisa menjadi alternatif sayuran.

Sukmanah salah satunya, warga pesisir Belebuk mengaku mengumpulkan lumai untuk dijadikan lalapan. Ia bahkan menyebut momen mencari lumai hanya bisa dilakukan saat air surut.

“Saat gelombang tinggi lokasi tumbuh lumai bisa mengalami kedalaman sekitar satu meter sementara saat surut hanya selutut,” terang Sukmanah.

Sukmanah juga mengaku bisa mengajak anak-anaknya mencari kerang jenis kerang bulu dan kima yang bisa dijual. Kerang bulu yang terkumpul dari lokasi air surut bisa dijual dengan harga Rp4 ribu per kilogram.

Beberapa warga yang memanfaatkan air surut bahkan menggunakan bubu khusus untuk perangkap cumi dan ikan karang. Sodik salah satunya menangkap ikan kerapu yang selanjutnya dibakar bersama keluarganya di tepi pantai.

Kondisi air surut yang mempengaruhi pola pergerakan ikan diakui Sodik juga menguntungkan sejumlah nelayan bagan. Sejumlah ikan pelagis yang bergerombol seperti ikan teri, selar, tongkol bahkan berkumpul di satu wilayah di antaranya teluk pantai Karang Indah.

Sejumlah pemilik bagan bahkan mengarahkan bagan di wilayah tersebut dan memperoleh tangkapan teri cukup banyak. Kondisi pasang terjauh disertai ombak tenang sekaligus menjaga keamanan bagan apung dari bahaya terbawa arus.

Baca Juga
Lihat juga...