KUD Gemah Ripah, Prioritaskan Pinjaman Warga Kurang Mampu

Editor: Satmoko Budi Santoso

279

YOGYAKARTA – Sejak berdiri sekitar setahun lalu, Koperasi Unit Desa (KUD) Gemah Ripah melalui Unit Usaha Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) terus berkomitmen meningkatkan ekonomi warga kurang mampu di Desa Trirenggo Bantul.

Hal itu diwujudkan dengan memprioritaskan penyaluran dana modal awal yang digelontorkan Yayasan Damandiri lewat program Desa Mandiri Lestari di Desa Trirenggo, Bantul, kepada warga desa yang masih berstatus prasejahtera, maupun sejahtera 1.

Manajer Unit Usaha Tabur Puja, KUD Gemah Ripah, Arifian Dwi Cahyanto, mengatakan hingga saat ini terdapat sekitar 500 nasabah Tabur Puja yang mendapat bantuan modal usaha. Mereka merupakan para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berasal dari 6 kelompok Tabur Puja di 6 pedukuhan Desa Trirenggo.

Manajer Unit Tabur Puja KUD Gemah Ripah, Arifian Dwi Cahyanto. Foto Jatmika H Kusmargana

“Sasaran kita utamakan pada warga kurang mampu, prasejahtera atau sejahtera 1. Kategori itu dapat dilihat dari kondisi rumah atau tingkat pendapatan nasabah. Penghasilan masih di bawah Rp2 juta atau belum memiliki pekerjaan tetap, seperti buruh harian atau buruh lepas,” ujarnya, saat ditemui Cendana News, Senin (23/7/2018).

Sementara itu, untuk tingkat likuiditas sendiri, Unit Tabur Puja KUD Gemah Ripah sendiri, saat ini tercatat telah mencapai sekitar Rp300 juta. Dana modal awal yang digelontorkan Yayasan Damandiri sebesar Rp730 juta, kini telah mampu kita putar menjadi senilai Rp930 juta. Yakni dengan keuntungan mencapai sekitar Rp7-8 juta.

Meski menghadapi sejumlah kendala seperti kredit macet, Unit Tabur Puja, KUD Gemah Ripah, mengaku masih mampu menanggulangi hal tersebut dengan angka rasio kredit bermasalah atau (NPL) mencapai 1 persen.

“Kita masih fokus mensosialisasikan Tabur Puja ini ke sejumlah pedusunan yang belum ada posdaya. Dengan pelayanan pertama pada warga prasejahtera atau sejahtera 1. Namun melihat antusiasme warga yang sangat besar kita tetap melakukan seleksi secara ketat, agar nasabah bersangkutan, posdaya maupun koperasi tidak dirugikan,” katanya.

Dibanding pinjaman lainnya, Tabur Puja dinilai memiliki banyak kelebihan. Antara lain, bunga relatif ringan, prosedur yang mudah karena tanpa agunan, dan menerapkan sistem jemput bola, sehingga warga tidak perlu pergi jauh dari rumah untuk membayar cicilan.

“Setiap nasabah kita berikan pinjaman maksimal Rp2 juta. Syaratnya hanya KTP suami istri dan KK. Bisa langsung diajukan ke posdaya di masing-masing pedukuhan, jadi tidak perlu harus ke koperasi,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...