Taekwondo Kantongi Modal Penting dari Korea Open 2018

Editor: Mahadeva WS

241

JAKARTA – Kejuaraan Internasional Taekwondo Jeju Korea Open 2018, memberi modal penting Tim Nasional Taekwondo Indonesia. Pada kejuaraan yang berlangsung 18 hingga 24 Juli di Pulau Jeju, Korea Selatan tersebut, Indonesia berhasil membawa pulang Sembilan medali.

Sembilan emas dari ajang yang jadi pemanasan jelang Asian Games 2018 itu terdiri dari, dua medali emas, empat perak, dan tiga perunggu. Medali emas diraih Defia Rosmaniar dan Wabdurrahman Wahyu lewat nomor new pair poomsae.

Kemudian medali emas kedua diraih melalui nomor new team female poomsae atas nama Mutiara Habiba, Rachmania Putri, dan Ruhil. Medali perak diraih melalui nomor pair recognized atas nama Defia Rosmaniar dan Abdurrahman Wahyu.

Perak lainnya diraih dari nomor regocnized team female atas nama Mutiara Habiba, Rachmania Putri, dan Ruhil. Pada nomor free style single female, Ruhil kembali berhasil mempersembahkan medali perak bagi Indonesia. Dan medali perak terakhir diraih lewat nomor new team male poomsae atas nama Akhmad Saiful Anwar,  Abdurrahman Darwin, dan Maulana Haidir.

Sementara itu, untuk tiga medali perunggu yang berhasil dibawa pulang ke Indonesia masing-masing disumbangkan lewat nomor single female new poomsae atas nama Defia Rosmaniar. Lalu, nomor regocnized team male atas nama Akhmad Saiful Anwar,  Abdurrahman Darwin, dan Maulana Haidir. Kemudian terakhir di nomor U 63 atas nama Zarman Ibrahim.

Seperti dilansir laman resmi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), keberhasilan Timnas Indonesia membawa pulang Sembilan medali dari Jeju mendapat apresiasi dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Melalui akun media social-nya, Menpora memberikan semangat dan menyampaikan selamat atas keberhasilan tersebut. Menpora juga berharap raihan medali tersebut bisa menjadi pelecut semangat menjelang Asian Games 2018.

Timnas Taekwondo diisi 19 atlet yang terdiri dari delapan taekwondoin poomsae dan 11 katagori kyorugi. Mereka menjalani training camp (TC) di Korea sejak 20 April 2018 dan baru berakhir 28 Juli lalu. Korea menjadi pilihan karena di negara itu terdapat banyak kejuaraan lokal yang bisa diikuti.

Baca Juga
Lihat juga...