Tahun Ini Harga Hewan Kurban di Kalteng, Naik

237
Hewan kurban, ilustrasi -Dok: CDN
SAMPIT – Harga hewan kurban di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, naik dibanding tahun lalu, dengan alasan kenaikan harga sudah terjadi di tingkat peternak di daerah pemasok.
“Tahun ini, kami mendatangkan 80 ekor sapi. Mudah-mudahan sudah habis dibeli sebelum Hari Raya Idul Adha nanti,” kata Samsul Bahri, penjual hewan kurban di Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Baamang, Sampit, Jumat (27/7/2018).
Samsul dan keluarganya setiap tahun berjualan hewan kurban. Tahun ini, ia kembali mendatangkan sapi dari Madura, karena diminati lantaran ukurannya yang besar.
Harga sapi kurban dijual antara Rp15 juta hingga Rp22 juta, dengan berat antara 85 hingga 160 kg per ekor. Harga ini diakui naik dibanding saat lebaran Idul Adha tahun lalu, yang hanya berkisar Rp13 juta hingga Rp19 juta per ekor.
Meski ada kenaikan harga, Samsul berharap penjualan sapi tahun ini meningkat. Saat ini sudah 30 ekor sapinya dipesan pembeli dan diharapkan habis terjual sebelum lebaran tanggal 22 Agustus 2018.
“Kami juga menjual kambing. Harganya mulai dari Rp2,3 juta hingga Rp3,5 juta per ekor,” kata Samsul.
Harapan yang sama diungkapkan Anwar, penjual hewan kurban di Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru, Ketapang. Ia berharap, penjualan hewan kurban tahun ini meningkat, meski perekonomian belum sepenuhnya stabil.
“Mudah-mudahan meningkat seperti yang diprediksikan. Kami mendatangkan sapi dari Sulawesi, dan semua sudah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh pemerintah daerah di sana,” kata Anwar.
Pria yang mengaku sudah berjualan hewan kurban selama 10 tahun ini mendatangkan 40 ekor sapi. Ia menjual sapi dengan harga antara Rp15 juta hingga Rp22 juta, tergantung ukuran dan berat sapi.
Saat ini, sudah ada 10 ekor sapi terjual, namun sebagian masih dititip dan baru diambil pembelinya menjelang lebaran. Untuk pembelian sapi lebih dari satu ekor, Anwar mengaku bisa memberi diskon harga.
Pembeli sapi dan kambing kurban tidak hanya dari panitia kurban atau perorangan di Sampit, tetapi juga dari kecamatan di luar ibu kota. Ia berharap, semua sapi dan kambing yang dijualnya bisa habis terjual. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...